Author Archive

AYAM BROILER ANJLOK, PETERNAK MENJERIT*

ILUSTRASI PETERNAKAN AYAM BROILER

ILUSTRASI PETERNAK AYAM BROILER

Daging Ayam broiler merupakan salah satu kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat, peternak ayam broiler sangat concern dengan mata rantai penyediaan daging ayam broiler berkualitas dan terjangkau.

Peternak ayam broiler sangat berharap usaha ternaknya bisa meraih keuntungan sebagai jasa atas penyediaan daging ayam sehat berkualitas bagi masyarakat.

Harapan meraih keuntungan bagi peternak ayam broiler diawal bulan maret 2015 ini pupus sudah, tren penurunan harga ayam broiler semakin parah bahkan sampai menyentuh angka Rp 9000/Kg di beberapa daerah Sumatra, Rp 10000/Kg di beberapa daerah Jawa Tengah dan Rp 11000 di beberapa daerah di Jawa Timur(Pinsar 3 Maret 2015). Apabila ditarik kebelakang, para peternak ayam broiler yang tidak beruntung saat panen ayam diawal bulan maret ini, pada 35 hari lalu mereka rela membeli anak ayam umur sehari(DOC) dari industri penetasan telur ayam(Hutchery) dikisaran Rp 5500-6000/ekor, harga yang cukup mahal sebenarnya karena menurut informasi dari teman penulis yang bekerja di industri penetasan ayam di daerah Kayoman-Malang menyebutkan bahwa “nilai harga pokok produksi(HPP) satu butir telur sampai menetas sebesar Rp 2300/ekor, namun apabila jumlah produksi penetasan bisa dimaksimalkan lebih banyak lagi maka HPP lebih murah lagi”.

Kiranya saat 35 hari lalu disaat harga ayam hidup mencapai harga puncak di Rp 18000/Kg di daerah Jawa Timur dan Rp 22000/Kg di daerah Jabodetabek, mainframe semua peternak di seluruh wilayah Indonesia sama “ segera isi kandang secepat dan sebanyak-banyaknya mumpung harga bagus”, momen ini dibaca dengan cukup baik oleh industri penetasan telur ayam untuk produksi lebih banyak lagi dan rilis harga lebih mahal, meskipun harga lebih mahal toh peternak pasti akan beli juga akhirnya.

Beberapa kali Pinsar sebagai salah satu induk asosiasi peternak di Indonesia menghimbau kepada para peternak untuk lebih bijak dan waspada dengan harga DOC yang diluar kewajaran, apa nyana himbauan tersebut tidak di perhatikan dengan baik karena sebagian besar peternak sudah tutup mata dengan satu keyakinan dan satu harapan bahwa disaat panen tiba, harga mahal sehingga harga pembelian DOC meskipun dirasa agak mahal bisa tertebus.

Saat panen tiba, fakta berkata lain dari harapan, harga ayam di awal bulan maret 2015 ini terjun bebas, peternak-pun sudah pasti banyak mendapat vonis “Merugi” dari mekanisme pasar saat ini, Asosiasi peternak sudah berulang kali mengadakan pertemuan secara rutin dengan para peternak di wilayah masing-masing guna membahas anjloknya harga ayam hidup agar segera terangkat lebih tinggi dari HPP ayam broiler karena saat ini realisasi harga pembelian ayam broiler sudah terlampau jauh dibawah HPP.

Semua jurus sudah dilakukan dan dijalankan oleh para peternak sesuai dengan kesepakatan bersama saat adanya pertemuan rutin yang dijalankan asosiasi peternak, semua peternak kompak untuk menaikkan secara bertahap harga pembelian ayam hidup di pagi hari sesuai arahan posko, segelintir konsumen bisa memahami kondisi peternak dengan jalan membeli ayam broiler hidup sesuai harga posko namun para spekulan lebih banyak tidak cocok dengan harga ayam broiler yang ditawarkan di Posko sehingga tawaran harga murah pun dilancarkan.

Lemahnya bargaining position peternak , ditambah lagi dengan menurunnya daya beli maasyarakat akibat naiknya beberapa komponen bahan pokok dan BBM membuat posisi peternak sangat dilematis, peternak sudah tahu kalau harga jual saat ini jual rugi karena harga sudah jauh dibawah HPP apa daya peternak akhirnya jual rugi ayam broiler yang telah dirawatnya kurang lebih 35 hari lalu, arahan posko dirasa tidak bertuah lagi pada bulan maret ini, hasil kesepakatan tidak untuk disepakati karena sudah terlalu merugi, peternak mau mengikuti arahan harga posko namun terjadi penolakan dipasar karena harga, peternak mau menahan untuk tidak menjual rugi ayam broiler hidup dikandang tidak ada kepastian esok atau lusa harga bisa mahal sedangkan ayam dikandang sudah berbobot 2,3 Kg mau tidak mau dengan terpaksa peternakpun melepas hasil ternaknya berharga terlalu murah.

Saat harga anjlok seperti ini, peternak hanya bisa meminta pertolongan kepada Tuhan karena peran Pemerintah kurang maksimal untuk membuat policy(baca:kebijakan) pro peternak, berkali-kali peternak unjuk rasa di Istana Negara dan Kementrian Pertanian dalam rangka menyampaikan aspirasi dan meminta dukungan kepastian iklim investasi dibidang peternakan serta pangan rakyat, syukur Alhamdulillah, efek demonstrasi peternak saat itu sangat efektif mengkatrol harga ayam hidup meskipun seringkali bertahan dikisaran satu sampai dua minggu efeknya, selepas itu harga turun lagi, akankah peternak harus wajib demonstrasi setiap minggu demi harga ayam broiler yang lebih baik? Atau memang ada something wrong dalam tata niaga perunggasan?.

Liberalisasi sektor peternakan terkesan nyata adanya karena peternak dihadapkan langsung dengan mekanisme pasar tanpa adanya insentif dan kebijakan menguntungkan yang dibuat pemerintah bagi peternak. Secercah harapan muncul saat penulis membaca broadcast BBM PINSAR dari teman baik peternak dari Bandung sebagai berikut:

Slmt pagi Pak,

Berita gembira, akhirnya Pemerintah memimpin pengurangan produksi 20 % DOC, mulai Sabtu, 28 Feb,

Poin diskusi,
Fakta:
1. stock cold storage sedikit. Bagi yg punya cold storage, saat nya utk segera potong dan simpan karkas murah.

2. Kelebihan pasokan akibat Efek Banjir tidaklah banyak karena saat itu supply DOC juga sedikit (saat chick in DOC mahal sampai 5000).

3. Saran harga ayam besar Jabotabek :
08-10: 19000
10-12: 18600
12-14:17000
14-16:16000
16-18: 15000
18-20: 14500

Kesimpulan:
Supply pasti akan segera berkurang drastis. Dukungan ikut menaikan harga jual ayam hidup hari ini dan seterusnya ke atas harga HPP Peternak dilakukan bersama.

Mari sukseskan program Pemerintah dalam memperbaiki nasib Peternak.
Dukungan Bapak dan team sangat berharga. Terima kasih, salam PINSAR INDONESIA
(PINSAR milik&untuk semua)

Berita dari PINSAR diatas merupakan kabar gembira bagi peternak yang kompak mengikuti arahan posko di wilayah masing-masing. Penulis sangat apresiasi terhadap peternak di Wilayah Jawa Timur yang nyatanya seringkali menunjukkan kekompakan dan soliditas dalam penentuan harga jual ayam hidup.

Asosiasi peternak memiliki pedoman serta rambu-rambu keselamatan dalam proses budidaya ayam broiler bagi semua anggotanya, apabila anggota kompak mengikuti pedoman yang ada maka diharapkan peternak bisa terhindar dari kerugian, kesepakatan yang telah disepakati bersama di setiap posko harus dijalankan dengan baik demi keberlangsungan serta kesuksesan peternak Indonesia.

Jayalah Peternak, Jayalah Indonesia.

Jombang, 5 Maret 2015

Zafri Aristiawan
Penikmat Daging Unggas

*tulisan diatas merupakan opini pribadi.

Boneless Sayap Ayam

Boneless Sayap Merupakan tambahan varian produk dari RPA. Wahana Sejahtera Foods untuk memenuhi kebutuhan konsumen setia kami, Boneless Sayap terbuat dari daging sayap ayam pilihan hasil by product proses ayam karkas utuh menjadi produk boneless dada dan fillet paha.

Dengan bahan baku dari sayap ayam pilihan, boneless sayap produksi RPA. Wahana Sejahtera Foods memiliki citarasa sangat gurih dan original khas daging sayap ayam tanpa perlu terganggu adanya tulang bawaan sayap ayam pada umumnya.

Daging boneless sayap sangat cocok ditambahkan pada masakan ibu dirumah serta sangat pas sebagai bahan substitusi daging boneless dada/paha pada industri makanan olahan.

Di Ruang proses produksi Boneless RPA. Wahana Sejahtera Foods yang dipimpin oleh Bpk Siswanto, produksi boneless sayap melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Admin Produksi Boneless mencatat jumlah produk boneless sayap yang harus dibuat atas permintaan bagian marketing.

2. Operator menyiapkan meja, talenan dan keranjang bersih dengan susunan keranjang warna biru untuk produk dan keranjang kuning untuk alas untuk menghindari kontak langsung produk dengan lantai.

3. Operator menyiapkan bahan baku berupa sayap.

4. Operator menyiapkan pisau tajam dan bersih.

5. Operator memindahkan sayap ayam dalam keranjang ke atas meja kerja.

6. Sayat tendon pada bagian kiri dan kanan ujung sayap atas dengan menggunakan pisau.

7. Tarik daging sayap atas kebawah sampai persendian (sendi antara sayap bagian atas dengan sayap bagian tengah). Jika benar maka akan terlihat tulang sayap bagian atas dengan dagingnya terlipat dan menutup pada sayap bagian tengah.

8. Sayat sedikit daging kiri pada persendian antara sayap bagian atas dengan sayap bagian tengah.

9. Patahkan persendian tersebut kearah kanan kemudian tarik tulang sayap bagian atas kearah bawah kemudian sayat daging yang masih menempel sehingga daging pada sayap bagian tengah akan terbawa kebawah.

10. Lepaskan kedua tulang pada sayap bagian tengah dengan menggunakan tangan.

11. Potong daging yang masih menempel pada ujung tulang sayap atas hingga tulang sayap bagian atas terlepas.

12. Kumpulkan tulang-tulang ekses pembuatan boneless sayap pada plastik yang sudah disiapkan.

13. Packing produk boneless sayap pada keranjang bersih yang telah disediakan.

14. Timbang semua produk dan eksesnya di tempat penimbangan.

15. Operator memindahkan boneless sayap kedalam loyang pembekuan pada trolley yang telah disediakan, lalu geser trolley menuju ruangan Anteroom sampai siap dimasukkan kedalam air blast freezer. .

16. Setelah selesai, rapikan dan bersihkan meja kerja dari daging-daging kecil/trimming

17. Kumpulkan talenan-talenan kotor dalam keranjang dan kemudian dicuci bersih.

18. Operator mengumpulkan pisau yang sudah dipakai kemudian dicuci bersih.

19. Operator membersihkan area produksi sesuai SOP.

Anda bisa mendapatkan produk boneless sayap ayam berkualitas di RPA. Wahana Sejahtera Foods dengan harga sangat terjangkau, serta jaminan kelangsungan ketersediaan produk boneless sayap untuk anda. Informasi lebih lanjut hubungi: Zafri Aristiawan 081235414422

Pada bulan januari tahun-tahun sebelumnya merupakan bulan menurunnya serapan pasar daging ayam broiler, kebanyakan peternak ayam broiler terutama peternak mandiri menahan diri untuk tidak mengisi ayam(chick in) di kandang karena momok siklus tahunan jatuh dibulan januari dan februari mengacu pada tahun-tahun sebelumnya harga ayam hidup saat panen tidak seperti yang diharapkan para peternak karena cenderung turun, sudah banyak terbesit pada para peternak bahwa awal tahun bulan januari-februari merupakan bulan “wingit”, bulan angker buat pemelihara ayam broiler.

Dengan kondisi curah hujan tinggi merupakan tantangan dan rintangan bagi peternak ayam broiler, karena mafhum bagi peternak saat musim hujan penyakit pada ayam broiler berdatangan secara rombongan tanpa diundang, setidaknya ada enam penyakit ayam saat musim penghujan antara lain: penyakit ayam ngorok(CRD), aspergilosis, ND, IB, Koksidiosis dan collibacilasis.

Bagi peternak ulung, adanya penyakit ayam saat musim penghujan merupakan ujian tersendiri karena peternak dituntut extra dalam perawatan, vaksinasi dan sanitasi kandang. Curah hujan tinggi seringkali meyebabkan perubahan suhu yang drastis pada kandang terbuka, akibatnya ayam mudah stress dan dalam kondisi stress kekebalan tubuh ayam terhadap penyakit cenderung menurun, dalam kondisi demikian penyakit akan mudah masuk. Kalau ayam sudah dikatakan stress berat, upaya peternak untuk melakukan vaksinasi tidak berjalan maksimal karena sistem penghasil kekebalan pada tubuh ayam broiler keok duluan.

Banyaknya ayam stress dan serangan penyakit seringkali berujung pada kematian serta menularkan kepada ayam lainnya apabila tidak cepat ditangani. Musim penghujan juga mempengaruhi kualitas pakan ayam broiler, karena tingkat kelembaban yang tinggi mengakibatkan pakan ayam broiler bisa ditumbuhi oleh jamur, tumbuhnya jamur pada pakan ayam broiler menyebabkan pakan terkontaminasi racun bawaan jamur tersebut, apabila pakan berjamur itu diberikan pada ayam broiler maka sangat dimungkinkan berakibat terjadinya kekerdilan.

Fluktuasi suhu lingkungan kandang menjadi ancaman produktivitas ayam, efek penurunan produktivitas ayam berbuah ayam kerdil serta ayam mengalami perlambatan pertumbuhan(Slow Growth).

Menurut Tabbu(2000)”Slow Growth merupakan kondisi dimana sekelompok ayam(umumnya terjadi 5-40% dari populasi) mengalami penurunan laju pertumbuhan pada kisaran umur 4-14 hari. Awalnya pertumbuhan ayam tertekan, kemudian kembai normal tetapi lebih kecil dari yang normal.

Akibat dari gangguan penyerapan zat nutrisi ataupun proses pencernaan pakan sehingga tingkat keseragamannya rendah, angka afkir tinggi, konversi pakan jelek dan produksi menurun drastis”.
Kondisi slow growth pada bulan Januari sampai bulan februari 2015 sekarang ini menjadi perbincangan hangat para analis dunia perunggasan, ayam broiler semestinya dalam jangka waktu pemeliharaan 35 hari bisa mencapai bobot 2 Kg/Ekor dengan FCR(Feed Convertion Ratio) 1,6. Namun karena adanya slow growth waktu pemeliharaan bisa molor sampai 40-45 hari baru mencapai bobot 2 Kg/Ekor.

Kondisi tersebut memunculkan ketidakstabilan dalam keberlangsungan mata rantai jadwal panen ayam broiler, ditambah lagi dengan tingginya angka kematian ayam dikandang akibat penyakit membuat harga ayam broiler pada Bulan Januari sampai Pertengahan Februari 2015 saat ini diluar ekspektasi semua peternak.

Pada bulan januari 2015 harga ayam hidup di Jabodetabek mencapai Rp 19200-20000/Kg(Pinsar:2015), harga sempat turun dipertengahan bulan Januari karena serapan pasar Ibu Kota menurun akibat banjir, namun setelah banjir surut, permintaan pasar sangat tinggi akan tetapi stok ayam siap panen dikandang jumlahnya terbatas, secara otomatis harga ayam broiler bisa terangkat maksimal para peternakpun bersuka ria karena mendapat keuntungan pengganti modal pemulihan kerugian dibulan November-Desember 2014 saat harga ayam terlalu murah.Kabar baiknya sampai pada tanggal 9 Februari 2015, Harga ayam masih di level puncak terutama daerah Jawa Timur. Semakin meluasnya area banjir Ibu Kota berdampak pada mulai turunnya harga ayam hidup baik itu Di sekitar Jabodetabek, Lampung, Bandung, Cirebon, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menurut Informasi dari Bpk Jamal Peternak ayam broiler di daerah Magetan Jawa Timur, “hari ini harga ayam broiler dilepas diharga Rp 14600/Kg dan asumsi satu minggu kedepan mengalami tren penurunan”. Terlepas dari analisa Bpk Jamal bahwa banjir di Ibu Kota dan Slow Growth berdampak sistemik bagi dunia perunggasan nasional secara masif, penurunan harga ayam sudah didepan mata. Apakah penurunan harga ayam ini hanya sesaat karena efek psikologis pasar akibat banjir?mungkinkah setelah banjir surut harga ayam broiler mengalami rebound seperti yang terjadi pada bulan Januari 2015 lalu? Apakah efek Slow Growth sudah berahir dimana ayam yang mengalami perlambatan pertumbuhan tersebut panen secara bersamaan di pertengahan bulan februari? yang jelas fakta dilapangan bahwa, ayam broiler besar dikandang boleh dikatakan tidak terlalu banyak, sedangkan ayam broiler kecil banyak berkutat meghadapi masalah penyakit.

Semoga bulan Januari dan Februari ini menjadi akhir dari sebutan bulan kesialan bagi peternak, karena sesungguhnya menjadikan bulan Januari dan Februari sebagai tersangka atas kasus turunnya harga ayam broiler merupakan langkah “slow growth” pola pikir untuk menghadapi relitas kekinian.

Jombang, 16  Februari 2015

 

Zafri Aristiawan

 Page 11 of 28  « First  ... « 9  10  11  12  13 » ...  Last »