Archive for February, 2015

Boneless Sayap Ayam

Boneless Sayap Merupakan tambahan varian produk dari RPA. Wahana Sejahtera Foods untuk memenuhi kebutuhan konsumen setia kami, Boneless Sayap terbuat dari daging sayap ayam pilihan hasil by product proses ayam karkas utuh menjadi produk boneless dada dan fillet paha.

Dengan bahan baku dari sayap ayam pilihan, boneless sayap produksi RPA. Wahana Sejahtera Foods memiliki citarasa sangat gurih dan original khas daging sayap ayam tanpa perlu terganggu adanya tulang bawaan sayap ayam pada umumnya.

Daging boneless sayap sangat cocok ditambahkan pada masakan ibu dirumah serta sangat pas sebagai bahan substitusi daging boneless dada/paha pada industri makanan olahan.

Di Ruang proses produksi Boneless RPA. Wahana Sejahtera Foods yang dipimpin oleh Bpk Siswanto, produksi boneless sayap melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Admin Produksi Boneless mencatat jumlah produk boneless sayap yang harus dibuat atas permintaan bagian marketing.

2. Operator menyiapkan meja, talenan dan keranjang bersih dengan susunan keranjang warna biru untuk produk dan keranjang kuning untuk alas untuk menghindari kontak langsung produk dengan lantai.

3. Operator menyiapkan bahan baku berupa sayap.

4. Operator menyiapkan pisau tajam dan bersih.

5. Operator memindahkan sayap ayam dalam keranjang ke atas meja kerja.

6. Sayat tendon pada bagian kiri dan kanan ujung sayap atas dengan menggunakan pisau.

7. Tarik daging sayap atas kebawah sampai persendian (sendi antara sayap bagian atas dengan sayap bagian tengah). Jika benar maka akan terlihat tulang sayap bagian atas dengan dagingnya terlipat dan menutup pada sayap bagian tengah.

8. Sayat sedikit daging kiri pada persendian antara sayap bagian atas dengan sayap bagian tengah.

9. Patahkan persendian tersebut kearah kanan kemudian tarik tulang sayap bagian atas kearah bawah kemudian sayat daging yang masih menempel sehingga daging pada sayap bagian tengah akan terbawa kebawah.

10. Lepaskan kedua tulang pada sayap bagian tengah dengan menggunakan tangan.

11. Potong daging yang masih menempel pada ujung tulang sayap atas hingga tulang sayap bagian atas terlepas.

12. Kumpulkan tulang-tulang ekses pembuatan boneless sayap pada plastik yang sudah disiapkan.

13. Packing produk boneless sayap pada keranjang bersih yang telah disediakan.

14. Timbang semua produk dan eksesnya di tempat penimbangan.

15. Operator memindahkan boneless sayap kedalam loyang pembekuan pada trolley yang telah disediakan, lalu geser trolley menuju ruangan Anteroom sampai siap dimasukkan kedalam air blast freezer. .

16. Setelah selesai, rapikan dan bersihkan meja kerja dari daging-daging kecil/trimming

17. Kumpulkan talenan-talenan kotor dalam keranjang dan kemudian dicuci bersih.

18. Operator mengumpulkan pisau yang sudah dipakai kemudian dicuci bersih.

19. Operator membersihkan area produksi sesuai SOP.

Anda bisa mendapatkan produk boneless sayap ayam berkualitas di RPA. Wahana Sejahtera Foods dengan harga sangat terjangkau, serta jaminan kelangsungan ketersediaan produk boneless sayap untuk anda. Informasi lebih lanjut hubungi: Zafri Aristiawan 081235414422

Pada bulan januari tahun-tahun sebelumnya merupakan bulan menurunnya serapan pasar daging ayam broiler, kebanyakan peternak ayam broiler terutama peternak mandiri menahan diri untuk tidak mengisi ayam(chick in) di kandang karena momok siklus tahunan jatuh dibulan januari dan februari mengacu pada tahun-tahun sebelumnya harga ayam hidup saat panen tidak seperti yang diharapkan para peternak karena cenderung turun, sudah banyak terbesit pada para peternak bahwa awal tahun bulan januari-februari merupakan bulan “wingit”, bulan angker buat pemelihara ayam broiler.

Dengan kondisi curah hujan tinggi merupakan tantangan dan rintangan bagi peternak ayam broiler, karena mafhum bagi peternak saat musim hujan penyakit pada ayam broiler berdatangan secara rombongan tanpa diundang, setidaknya ada enam penyakit ayam saat musim penghujan antara lain: penyakit ayam ngorok(CRD), aspergilosis, ND, IB, Koksidiosis dan collibacilasis.

Bagi peternak ulung, adanya penyakit ayam saat musim penghujan merupakan ujian tersendiri karena peternak dituntut extra dalam perawatan, vaksinasi dan sanitasi kandang. Curah hujan tinggi seringkali meyebabkan perubahan suhu yang drastis pada kandang terbuka, akibatnya ayam mudah stress dan dalam kondisi stress kekebalan tubuh ayam terhadap penyakit cenderung menurun, dalam kondisi demikian penyakit akan mudah masuk. Kalau ayam sudah dikatakan stress berat, upaya peternak untuk melakukan vaksinasi tidak berjalan maksimal karena sistem penghasil kekebalan pada tubuh ayam broiler keok duluan.

Banyaknya ayam stress dan serangan penyakit seringkali berujung pada kematian serta menularkan kepada ayam lainnya apabila tidak cepat ditangani. Musim penghujan juga mempengaruhi kualitas pakan ayam broiler, karena tingkat kelembaban yang tinggi mengakibatkan pakan ayam broiler bisa ditumbuhi oleh jamur, tumbuhnya jamur pada pakan ayam broiler menyebabkan pakan terkontaminasi racun bawaan jamur tersebut, apabila pakan berjamur itu diberikan pada ayam broiler maka sangat dimungkinkan berakibat terjadinya kekerdilan.

Fluktuasi suhu lingkungan kandang menjadi ancaman produktivitas ayam, efek penurunan produktivitas ayam berbuah ayam kerdil serta ayam mengalami perlambatan pertumbuhan(Slow Growth).

Menurut Tabbu(2000)”Slow Growth merupakan kondisi dimana sekelompok ayam(umumnya terjadi 5-40% dari populasi) mengalami penurunan laju pertumbuhan pada kisaran umur 4-14 hari. Awalnya pertumbuhan ayam tertekan, kemudian kembai normal tetapi lebih kecil dari yang normal.

Akibat dari gangguan penyerapan zat nutrisi ataupun proses pencernaan pakan sehingga tingkat keseragamannya rendah, angka afkir tinggi, konversi pakan jelek dan produksi menurun drastis”.
Kondisi slow growth pada bulan Januari sampai bulan februari 2015 sekarang ini menjadi perbincangan hangat para analis dunia perunggasan, ayam broiler semestinya dalam jangka waktu pemeliharaan 35 hari bisa mencapai bobot 2 Kg/Ekor dengan FCR(Feed Convertion Ratio) 1,6. Namun karena adanya slow growth waktu pemeliharaan bisa molor sampai 40-45 hari baru mencapai bobot 2 Kg/Ekor.

Kondisi tersebut memunculkan ketidakstabilan dalam keberlangsungan mata rantai jadwal panen ayam broiler, ditambah lagi dengan tingginya angka kematian ayam dikandang akibat penyakit membuat harga ayam broiler pada Bulan Januari sampai Pertengahan Februari 2015 saat ini diluar ekspektasi semua peternak.

Pada bulan januari 2015 harga ayam hidup di Jabodetabek mencapai Rp 19200-20000/Kg(Pinsar:2015), harga sempat turun dipertengahan bulan Januari karena serapan pasar Ibu Kota menurun akibat banjir, namun setelah banjir surut, permintaan pasar sangat tinggi akan tetapi stok ayam siap panen dikandang jumlahnya terbatas, secara otomatis harga ayam broiler bisa terangkat maksimal para peternakpun bersuka ria karena mendapat keuntungan pengganti modal pemulihan kerugian dibulan November-Desember 2014 saat harga ayam terlalu murah.Kabar baiknya sampai pada tanggal 9 Februari 2015, Harga ayam masih di level puncak terutama daerah Jawa Timur. Semakin meluasnya area banjir Ibu Kota berdampak pada mulai turunnya harga ayam hidup baik itu Di sekitar Jabodetabek, Lampung, Bandung, Cirebon, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menurut Informasi dari Bpk Jamal Peternak ayam broiler di daerah Magetan Jawa Timur, “hari ini harga ayam broiler dilepas diharga Rp 14600/Kg dan asumsi satu minggu kedepan mengalami tren penurunan”. Terlepas dari analisa Bpk Jamal bahwa banjir di Ibu Kota dan Slow Growth berdampak sistemik bagi dunia perunggasan nasional secara masif, penurunan harga ayam sudah didepan mata. Apakah penurunan harga ayam ini hanya sesaat karena efek psikologis pasar akibat banjir?mungkinkah setelah banjir surut harga ayam broiler mengalami rebound seperti yang terjadi pada bulan Januari 2015 lalu? Apakah efek Slow Growth sudah berahir dimana ayam yang mengalami perlambatan pertumbuhan tersebut panen secara bersamaan di pertengahan bulan februari? yang jelas fakta dilapangan bahwa, ayam broiler besar dikandang boleh dikatakan tidak terlalu banyak, sedangkan ayam broiler kecil banyak berkutat meghadapi masalah penyakit.

Semoga bulan Januari dan Februari ini menjadi akhir dari sebutan bulan kesialan bagi peternak, karena sesungguhnya menjadikan bulan Januari dan Februari sebagai tersangka atas kasus turunnya harga ayam broiler merupakan langkah “slow growth” pola pikir untuk menghadapi relitas kekinian.

Jombang, 16  Februari 2015

 

Zafri Aristiawan

Mengapa Memilih Daging Ayam Beku?

Apakah anda pernah melihat penjual daging ayam dipasar tradisonal? jika jawabannya pernah, maka anda akan menjumpai puluhan ekor daging ayam ditempatkan diatas lapak kayu atau beton di ruangan terbuka, berbaur dengan polusi kendaraan yang melintas, seringkali ada lalat hinggap dibagian daging ayam tersebut. Bila dilihat lebih dekat lagi, anda akan melihat warna daging kekuningan, ada yang berwarna kemerah-merahan bahkan terkadang terlihat warna hijau pada daging ayam tanda nyata proses pembusukan.

penjual ayam

Foto ilustrasi: pedagang ayam tradisional

Bila ditarik waktu kebelakang, penjual daging ayam dipasar tradisional didaerah Jombang Jawa Timur umunya melakukan proses pemotongan ayam hidup rata-rata pukul 20.00 Wib dan mulai aktifitas berjualan dipasar pukul 01.00 Wib sampai habis terjual daging ayamnya siang harinya pukul 09.00 Wib. Bila diamati, ada jeda waktu pada proses pemotongan sampai terjual habis daging ayam tersebut 13 Jam lamanya. Tanda tanya besar muncul dibenak kita dengan durasi waktu 13 jam daging ayam ditangani tanpa proses mata rantai pendinginan yang layak namun nyatanya daging ayam tersebut kok masih dalam kondisi utuh tidak membusuk? zat pengawet apakah yang dipakai para penjual daging ayam tersebut? Formalin atau Borax-kah?

Menurut Drh. Hari Wiyoso Tri Kuncoro “Empat jam setelah dipotong, tanpa pengawet, daging ayam mulai membusuk. Salah satu cara mengawetkan yang manusiawi adalah dengan didinginkan(dibekukan,),” Berjualan ayam setelah dipotong dalam volume besar, lanjut dia, tidak mungkin sekaligus habis. Oleh sebab itu, sisanya harus dibekukan. Hal senada diutarakan Dr. drh. Denny Widaya Lukman, MSi, ahli dan Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan IPB. “Bagaimana pun hewan yang sudah dipotong seperti kambing, domba, sapi, juga unggas, (karkas) itu harus dipertahankan dengan rantai dingin. Artinya, dia harus dipertahankan kondisinya di bawah 4°C. Oke, ada orang mengatakan 7°C,” paparnya.(http://agrina-online.com/)

Proses pemotongan ayam hidup menjadi daging ayam karkas yang baik dilalui dengan proses pemotongan ayam sesuai standart dan kaidah agama Islam yang dimanifestasikan oleh MUI sebagai panduan tata cara perlakuan pemotongan produk ayam aman, sehat, halal dan higienis.

Proses pemotongan ayam yang baik menggunakan mata rantai sistem pendingin dengan hasil produk lazim disebut daging ayam beku(frozen), Daging ayam beku diperoleh dari proses pemotongan ayam terstandarisasi dan dibekukan dengan suhu -35°C untuk menjaga kualitas nutrisi yang terkandung pada daging ayam tersebut serta menghambat pertumbuhan bakteri merugikan penyebab cepatnya pembusukan daging ayam secara aman dan bebas dari zat kimia berbahaya.

Daging ayam beku maupun daging ayam segar berkualitas saat ini banyak dijumpai di pusat perbelanjaan kebutuhan bahan pokok disekitar anda, daging ayam beku menjadi pilihan ibu cerdas karena selain jaminan keamanan produk dari kontaminasi formalin dan borax, daging ayam beku harganya sangat terjangkau karena diproduksi industri rumah potong ayam dalam jumlah massal.

Pada industri rumah potong ayam, jaminan tidak adanya kontaminasi bahan kimia berbahaya seperti formalin dan borax dibuktikan dengan hasil uji lab oleh laboratorium Dinas Peternakan Propinsi yang diperbaharui secara kontinyu, jaminan daging ayam beku bebas dari Virus Flu Burung juga bisa dibuktikan dengan hasil uji lab dari Laboratorium Dinas Peternakan Propinsi atau Laboratorium Veteriner Universitas Kedokteran Hewan yang ada. Sebagai konsumen, anda bisa menanyakan keabsahan kualitas produk pada produsen sebagai hak konsumen untuk mendapatkan informasi jaminan keamanan produk unggas yang telah dilindungi oleh undangundang perlindungan konsumen.

Standarisasi sanitasi rumah potong ayam yang baik bisa ditunjukkan dengan adanya Nomor Kontrol Veteriner(NKV) yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan Propinsi.

Daging ayam beku merupakan pilihan utama dan sangat direkomendasikan bagi konsumen cerdas yang peduli akan kesehatan keluarga dari bahaya efek residu formalin dan borax penyebab penyakit kanker.

 

 

Jombang, 14 Februari 2015

 

 

Zafri Aristiawan

 Page 1 of 2  1  2 »