A. Proses Penyembelihan

1. Operator menyiapkan bak pencuci tangan dan mengisinya dengan air bersih.
2. Operator menyiapkan :
a) Pisau tajam, batu asahan dan kristal.
b) Bak pencelup pisau dengan desinfektan 75 ppm.
3. Operator menyiapkan air pada bak stunner.
4. Operator killerman (penyembelih) harus seorang muslim.
5. Operator menguasai tehnik penyembelihan ayam dengan baik dan benar sesuai bimbingan MUI
6. Operator membuka kran air untuk pengisian bak air stunner dan pastikan air selalu mengalir sampai dengan selesai pemotongan.
7. Leader area kotor membuat dan mengisi absensi khusus killerman yang melakukan penyembelihan pada hari itu.
8. Leader area kotor memberikan informasi kepada operator teknik bahwa pemotongan dimulai sesuai dengan jadwal jam potong.
9. Selama penyembelihan petugas penyembelih harus menjaga kebersihan peralatan kerja secara berkala, antara lain pisau potong, apron, mantel dan area kerja (Hal ini dilakukan pada saat mengasah pisau secara bergantian), untuk pisau dicelup dengan desinfektan 100 ppm setiap ½ jam.
10. Pastikan saklar satu menunjuk angka satu dan saklar dua maksimal angka 20 s/d 40 (pada mesin stunner) dengan speed 2000 ekor/jam.
11. Killerman sebelum melakukan penyembelihan terlebih dahulu membaca “Bismillahirrohmannirrohim” (satu kali) dan “Allahu Akbar” (tiga kali) pada setiap awal produksi (baik setelah istirahat maupun berhenti mesin).
12. Operator penyembelihan memegang kepala ayam setelah ayam melewati stunner, dan mengucap “Bismillahirrohmannirrohim Allahu Akbar” untuk setiap ekor.
13. Lakukan penyembelihan dengan cara memotong ketiga urat leher yaitu oeseophagus (saluran makanan), trachea (saluran pernafasan) dan pembuluh darah secara sempurna (pisau tidak boleh mengiris lebih dari satu kali).
14. Selanjutnya ayam yang telah disembelih menuju proses bleeding (penirisan darah)
15. Selesai produksi operator killerman membersihkan :
a) Lantai dan ruangan killing bleeding.
b) Pisau, kristal asahan, batu asahan.
c) Jas killer man
d) Helm.
e) Stunner.
f) Bak penampuna darah.
g) Shackle dan shackle gate

B. Penurunan Ayam Merah

16. Jika terjadi ayam mati tidak sempurna maka penanganannya sbb :
a) Ayam tidak terpotong ketiga saluran (pernapasan, pencernaan dan pembuluh darah) / terlewatkan tidak tersembelih oleh killerman, ayam diturunkan dari shackle dan dikatagorikan ayam mati/bangkai.
b) Ayam mati sebelum disembelih diturunkan dan disatukan dengan ayam mati/bangkai.
c) Bagian produksi membuat surat izin pemusnahan ayam mati yang ditanda tangani oleh pihak terkait untuk diserahkan ke bagian Admin Pemotongan dengan form Izin Pemusnahan.