karkas ayam broiler

Ayam Pedaging Yang Sehat

Dari ayam pedaging yang sehat , maka akan menjadikan ayam karkas produksi kami sangat berkualitas serta mengandung gizi yang tinggi
ayam segar parting

Ayam Karkas Kualitas Tinggi

Kami Memproduksi daging ayam karkas sehat,halal dan higienis dengan sistem mata rantai pendingin yang akan menjaga kualitas daging ayam sampai ke tangan anda.
No.Telp : 082334351139
Email : wsf.penjualan22@gmail.com

AYAM BROILER ANJLOK, PETERNAK MENJERIT*

ILUSTRASI PETERNAKAN AYAM BROILER

ILUSTRASI PETERNAK AYAM BROILER

Daging Ayam broiler merupakan salah satu kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat, peternak ayam broiler sangat concern dengan mata rantai penyediaan daging ayam broiler berkualitas dan terjangkau.

Peternak ayam broiler sangat berharap usaha ternaknya bisa meraih keuntungan sebagai jasa atas penyediaan daging ayam sehat berkualitas bagi masyarakat.

Harapan meraih keuntungan bagi peternak ayam broiler diawal bulan maret 2015 ini pupus sudah, tren penurunan harga ayam broiler semakin parah bahkan sampai menyentuh angka Rp 9000/Kg di beberapa daerah Sumatra, Rp 10000/Kg di beberapa daerah Jawa Tengah dan Rp 11000 di beberapa daerah di Jawa Timur(Pinsar 3 Maret 2015). Apabila ditarik kebelakang, para peternak ayam broiler yang tidak beruntung saat panen ayam diawal bulan maret ini, pada 35 hari lalu mereka rela membeli anak ayam umur sehari(DOC) dari industri penetasan telur ayam(Hutchery) dikisaran Rp 5500-6000/ekor, harga yang cukup mahal sebenarnya karena menurut informasi dari teman penulis yang bekerja di industri penetasan ayam di daerah Kayoman-Malang menyebutkan bahwa “nilai harga pokok produksi(HPP) satu butir telur sampai menetas sebesar Rp 2300/ekor, namun apabila jumlah produksi penetasan bisa dimaksimalkan lebih banyak lagi maka HPP lebih murah lagi”.

Kiranya saat 35 hari lalu disaat harga ayam hidup mencapai harga puncak di Rp 18000/Kg di daerah Jawa Timur dan Rp 22000/Kg di daerah Jabodetabek, mainframe semua peternak di seluruh wilayah Indonesia sama “ segera isi kandang secepat dan sebanyak-banyaknya mumpung harga bagus”, momen ini dibaca dengan cukup baik oleh industri penetasan telur ayam untuk produksi lebih banyak lagi dan rilis harga lebih mahal, meskipun harga lebih mahal toh peternak pasti akan beli juga akhirnya.

Beberapa kali Pinsar sebagai salah satu induk asosiasi peternak di Indonesia menghimbau kepada para peternak untuk lebih bijak dan waspada dengan harga DOC yang diluar kewajaran, apa nyana himbauan tersebut tidak di perhatikan dengan baik karena sebagian besar peternak sudah tutup mata dengan satu keyakinan dan satu harapan bahwa disaat panen tiba, harga mahal sehingga harga pembelian DOC meskipun dirasa agak mahal bisa tertebus.

Saat panen tiba, fakta berkata lain dari harapan, harga ayam di awal bulan maret 2015 ini terjun bebas, peternak-pun sudah pasti banyak mendapat vonis “Merugi” dari mekanisme pasar saat ini, Asosiasi peternak sudah berulang kali mengadakan pertemuan secara rutin dengan para peternak di wilayah masing-masing guna membahas anjloknya harga ayam hidup agar segera terangkat lebih tinggi dari HPP ayam broiler karena saat ini realisasi harga pembelian ayam broiler sudah terlampau jauh dibawah HPP.

Semua jurus sudah dilakukan dan dijalankan oleh para peternak sesuai dengan kesepakatan bersama saat adanya pertemuan rutin yang dijalankan asosiasi peternak, semua peternak kompak untuk menaikkan secara bertahap harga pembelian ayam hidup di pagi hari sesuai arahan posko, segelintir konsumen bisa memahami kondisi peternak dengan jalan membeli ayam broiler hidup sesuai harga posko namun para spekulan lebih banyak tidak cocok dengan harga ayam broiler yang ditawarkan di Posko sehingga tawaran harga murah pun dilancarkan.

Lemahnya bargaining position peternak , ditambah lagi dengan menurunnya daya beli maasyarakat akibat naiknya beberapa komponen bahan pokok dan BBM membuat posisi peternak sangat dilematis, peternak sudah tahu kalau harga jual saat ini jual rugi karena harga sudah jauh dibawah HPP apa daya peternak akhirnya jual rugi ayam broiler yang telah dirawatnya kurang lebih 35 hari lalu, arahan posko dirasa tidak bertuah lagi pada bulan maret ini, hasil kesepakatan tidak untuk disepakati karena sudah terlalu merugi, peternak mau mengikuti arahan harga posko namun terjadi penolakan dipasar karena harga, peternak mau menahan untuk tidak menjual rugi ayam broiler hidup dikandang tidak ada kepastian esok atau lusa harga bisa mahal sedangkan ayam dikandang sudah berbobot 2,3 Kg mau tidak mau dengan terpaksa peternakpun melepas hasil ternaknya berharga terlalu murah.

Saat harga anjlok seperti ini, peternak hanya bisa meminta pertolongan kepada Tuhan karena peran Pemerintah kurang maksimal untuk membuat policy(baca:kebijakan) pro peternak, berkali-kali peternak unjuk rasa di Istana Negara dan Kementrian Pertanian dalam rangka menyampaikan aspirasi dan meminta dukungan kepastian iklim investasi dibidang peternakan serta pangan rakyat, syukur Alhamdulillah, efek demonstrasi peternak saat itu sangat efektif mengkatrol harga ayam hidup meskipun seringkali bertahan dikisaran satu sampai dua minggu efeknya, selepas itu harga turun lagi, akankah peternak harus wajib demonstrasi setiap minggu demi harga ayam broiler yang lebih baik? Atau memang ada something wrong dalam tata niaga perunggasan?.

Liberalisasi sektor peternakan terkesan nyata adanya karena peternak dihadapkan langsung dengan mekanisme pasar tanpa adanya insentif dan kebijakan menguntungkan yang dibuat pemerintah bagi peternak. Secercah harapan muncul saat penulis membaca broadcast BBM PINSAR dari teman baik peternak dari Bandung sebagai berikut:

Slmt pagi Pak,

Berita gembira, akhirnya Pemerintah memimpin pengurangan produksi 20 % DOC, mulai Sabtu, 28 Feb,

Poin diskusi,
Fakta:
1. stock cold storage sedikit. Bagi yg punya cold storage, saat nya utk segera potong dan simpan karkas murah.

2. Kelebihan pasokan akibat Efek Banjir tidaklah banyak karena saat itu supply DOC juga sedikit (saat chick in DOC mahal sampai 5000).

3. Saran harga ayam besar Jabotabek :
08-10: 19000
10-12: 18600
12-14:17000
14-16:16000
16-18: 15000
18-20: 14500

Kesimpulan:
Supply pasti akan segera berkurang drastis. Dukungan ikut menaikan harga jual ayam hidup hari ini dan seterusnya ke atas harga HPP Peternak dilakukan bersama.

Mari sukseskan program Pemerintah dalam memperbaiki nasib Peternak.
Dukungan Bapak dan team sangat berharga. Terima kasih, salam PINSAR INDONESIA
(PINSAR milik&untuk semua)

Berita dari PINSAR diatas merupakan kabar gembira bagi peternak yang kompak mengikuti arahan posko di wilayah masing-masing. Penulis sangat apresiasi terhadap peternak di Wilayah Jawa Timur yang nyatanya seringkali menunjukkan kekompakan dan soliditas dalam penentuan harga jual ayam hidup.

Asosiasi peternak memiliki pedoman serta rambu-rambu keselamatan dalam proses budidaya ayam broiler bagi semua anggotanya, apabila anggota kompak mengikuti pedoman yang ada maka diharapkan peternak bisa terhindar dari kerugian, kesepakatan yang telah disepakati bersama di setiap posko harus dijalankan dengan baik demi keberlangsungan serta kesuksesan peternak Indonesia.

Jayalah Peternak, Jayalah Indonesia.

Jombang, 5 Maret 2015

Zafri Aristiawan
Penikmat Daging Unggas

*tulisan diatas merupakan opini pribadi.

Boneless Sayap Ayam

Boneless Sayap Merupakan tambahan varian produk dari RPA. Wahana Sejahtera Foods untuk memenuhi kebutuhan konsumen setia kami, Boneless Sayap terbuat dari daging sayap ayam pilihan hasil by product proses ayam karkas utuh menjadi produk boneless dada dan fillet paha.

Dengan bahan baku dari sayap ayam pilihan, boneless sayap produksi RPA. Wahana Sejahtera Foods memiliki citarasa sangat gurih dan original khas daging sayap ayam tanpa perlu terganggu adanya tulang bawaan sayap ayam pada umumnya.

Daging boneless sayap sangat cocok ditambahkan pada masakan ibu dirumah serta sangat pas sebagai bahan substitusi daging boneless dada/paha pada industri makanan olahan.

Di Ruang proses produksi Boneless RPA. Wahana Sejahtera Foods yang dipimpin oleh Bpk Siswanto, produksi boneless sayap melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Admin Produksi Boneless mencatat jumlah produk boneless sayap yang harus dibuat atas permintaan bagian marketing.

2. Operator menyiapkan meja, talenan dan keranjang bersih dengan susunan keranjang warna biru untuk produk dan keranjang kuning untuk alas untuk menghindari kontak langsung produk dengan lantai.

3. Operator menyiapkan bahan baku berupa sayap.

4. Operator menyiapkan pisau tajam dan bersih.

5. Operator memindahkan sayap ayam dalam keranjang ke atas meja kerja.

6. Sayat tendon pada bagian kiri dan kanan ujung sayap atas dengan menggunakan pisau.

7. Tarik daging sayap atas kebawah sampai persendian (sendi antara sayap bagian atas dengan sayap bagian tengah). Jika benar maka akan terlihat tulang sayap bagian atas dengan dagingnya terlipat dan menutup pada sayap bagian tengah.

8. Sayat sedikit daging kiri pada persendian antara sayap bagian atas dengan sayap bagian tengah.

9. Patahkan persendian tersebut kearah kanan kemudian tarik tulang sayap bagian atas kearah bawah kemudian sayat daging yang masih menempel sehingga daging pada sayap bagian tengah akan terbawa kebawah.

10. Lepaskan kedua tulang pada sayap bagian tengah dengan menggunakan tangan.

11. Potong daging yang masih menempel pada ujung tulang sayap atas hingga tulang sayap bagian atas terlepas.

12. Kumpulkan tulang-tulang ekses pembuatan boneless sayap pada plastik yang sudah disiapkan.

13. Packing produk boneless sayap pada keranjang bersih yang telah disediakan.

14. Timbang semua produk dan eksesnya di tempat penimbangan.

15. Operator memindahkan boneless sayap kedalam loyang pembekuan pada trolley yang telah disediakan, lalu geser trolley menuju ruangan Anteroom sampai siap dimasukkan kedalam air blast freezer. .

16. Setelah selesai, rapikan dan bersihkan meja kerja dari daging-daging kecil/trimming

17. Kumpulkan talenan-talenan kotor dalam keranjang dan kemudian dicuci bersih.

18. Operator mengumpulkan pisau yang sudah dipakai kemudian dicuci bersih.

19. Operator membersihkan area produksi sesuai SOP.

Anda bisa mendapatkan produk boneless sayap ayam berkualitas di RPA. Wahana Sejahtera Foods dengan harga sangat terjangkau, serta jaminan kelangsungan ketersediaan produk boneless sayap untuk anda. Informasi lebih lanjut hubungi: Zafri Aristiawan 081235414422

Mengapa Memilih Daging Ayam Beku?

Apakah anda pernah melihat penjual daging ayam dipasar tradisonal? jika jawabannya pernah, maka anda akan menjumpai puluhan ekor daging ayam ditempatkan diatas lapak kayu atau beton di ruangan terbuka, berbaur dengan polusi kendaraan yang melintas, seringkali ada lalat hinggap dibagian daging ayam tersebut. Bila dilihat lebih dekat lagi, anda akan melihat warna daging kekuningan, ada yang berwarna kemerah-merahan bahkan terkadang terlihat warna hijau pada daging ayam tanda nyata proses pembusukan.

penjual ayam

Foto ilustrasi: pedagang ayam tradisional

Bila ditarik waktu kebelakang, penjual daging ayam dipasar tradisional didaerah Jombang Jawa Timur umunya melakukan proses pemotongan ayam hidup rata-rata pukul 20.00 Wib dan mulai aktifitas berjualan dipasar pukul 01.00 Wib sampai habis terjual daging ayamnya siang harinya pukul 09.00 Wib. Bila diamati, ada jeda waktu pada proses pemotongan sampai terjual habis daging ayam tersebut 13 Jam lamanya. Tanda tanya besar muncul dibenak kita dengan durasi waktu 13 jam daging ayam ditangani tanpa proses mata rantai pendinginan yang layak namun nyatanya daging ayam tersebut kok masih dalam kondisi utuh tidak membusuk? zat pengawet apakah yang dipakai para penjual daging ayam tersebut? Formalin atau Borax-kah?

Menurut Drh. Hari Wiyoso Tri Kuncoro “Empat jam setelah dipotong, tanpa pengawet, daging ayam mulai membusuk. Salah satu cara mengawetkan yang manusiawi adalah dengan didinginkan(dibekukan,),” Berjualan ayam setelah dipotong dalam volume besar, lanjut dia, tidak mungkin sekaligus habis. Oleh sebab itu, sisanya harus dibekukan. Hal senada diutarakan Dr. drh. Denny Widaya Lukman, MSi, ahli dan Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan IPB. “Bagaimana pun hewan yang sudah dipotong seperti kambing, domba, sapi, juga unggas, (karkas) itu harus dipertahankan dengan rantai dingin. Artinya, dia harus dipertahankan kondisinya di bawah 4°C. Oke, ada orang mengatakan 7°C,” paparnya.(http://agrina-online.com/)

Proses pemotongan ayam hidup menjadi daging ayam karkas yang baik dilalui dengan proses pemotongan ayam sesuai standart dan kaidah agama Islam yang dimanifestasikan oleh MUI sebagai panduan tata cara perlakuan pemotongan produk ayam aman, sehat, halal dan higienis.

Proses pemotongan ayam yang baik menggunakan mata rantai sistem pendingin dengan hasil produk lazim disebut daging ayam beku(frozen), Daging ayam beku diperoleh dari proses pemotongan ayam terstandarisasi dan dibekukan dengan suhu -35°C untuk menjaga kualitas nutrisi yang terkandung pada daging ayam tersebut serta menghambat pertumbuhan bakteri merugikan penyebab cepatnya pembusukan daging ayam secara aman dan bebas dari zat kimia berbahaya.

Daging ayam beku maupun daging ayam segar berkualitas saat ini banyak dijumpai di pusat perbelanjaan kebutuhan bahan pokok disekitar anda, daging ayam beku menjadi pilihan ibu cerdas karena selain jaminan keamanan produk dari kontaminasi formalin dan borax, daging ayam beku harganya sangat terjangkau karena diproduksi industri rumah potong ayam dalam jumlah massal.

Pada industri rumah potong ayam, jaminan tidak adanya kontaminasi bahan kimia berbahaya seperti formalin dan borax dibuktikan dengan hasil uji lab oleh laboratorium Dinas Peternakan Propinsi yang diperbaharui secara kontinyu, jaminan daging ayam beku bebas dari Virus Flu Burung juga bisa dibuktikan dengan hasil uji lab dari Laboratorium Dinas Peternakan Propinsi atau Laboratorium Veteriner Universitas Kedokteran Hewan yang ada. Sebagai konsumen, anda bisa menanyakan keabsahan kualitas produk pada produsen sebagai hak konsumen untuk mendapatkan informasi jaminan keamanan produk unggas yang telah dilindungi oleh undangundang perlindungan konsumen.

Standarisasi sanitasi rumah potong ayam yang baik bisa ditunjukkan dengan adanya Nomor Kontrol Veteriner(NKV) yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan Propinsi.

Daging ayam beku merupakan pilihan utama dan sangat direkomendasikan bagi konsumen cerdas yang peduli akan kesehatan keluarga dari bahaya efek residu formalin dan borax penyebab penyakit kanker.

 

 

Jombang, 14 Februari 2015

 

 

Zafri Aristiawan

 Page 1 of 17  1  2  3  4  5 » ...  Last »