Author Archive

CEKER AYAM

CEKER AYAM

CEKER AYAM

Ceker ayam atau kaki ayam broiler adalah salah satu bagian dari struktur anggota tubuh ayam bagian kaki yang memiliki citarasa khas apabila diolah menjadi masakan, kaki ayam juga bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan kolagen dalam dunia industri farmasi maupun kecantikan. Kaki ayam broiler diperoleh dari proses pemotongan ayam broiler dan bisa disebut produk sampingan (By Product) oleh rumah potong ayam. Meskipun merupakan produk sampingan, produk ini bisa dijadikan nilai tambah dan bernilai ekonomis.

Akumulasi hasil produksi Kaki Ayam bisa dijual kebeberapa pedagang maupun supplier pasar tradisional sehingga dapat mensubsidi harga jual produk utama(main produk) agar nilai jual main produk bisa lebih murah untuk merangsang daya beli konsumen.

Kaki ayam broiler bisa dibeli dirumah potong ayam, baik skala industri rumahan maupun industri kelas menengah dengan harga cukup terjangkau. Apabila harga main produk ayam berupa karkas ayam broiler harganya dirasa sangat mahal, maka masyarakat pada umumnya cenderung memilih produk sampingan baik itu berupa kepala leher ayam, sayap ayam, hati ampela ayam serta ceker ayam itu sendiri menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang bersangkutan asalkan berasa ayam.

Semakin mahal daging ayam broiler maka serapan pasar produk sampingan cukup meningkat tajam secara otomatis karena adanya selisih nilai harga, saat itulah banyak muncul pembeli produk sampingan dadakan yang menginginkan untuk membeli produk sampingan di rumah potong ayam dengan harapan bisa mendapat benefit karena kebutuhan pasar produk sampingan ayam cukup “menganga”, namun banyak dari mereka yang kecewa karena tidak mendapatkan bagian produk sampingan seperti ceker ayam salah satunya disebabkan sudah adanya alokasi jatah produk sampingan kepada mitra supplier produk sampingan yang telah lama membeli ke rumah potong ayam baik secara beli putus maupun skema beli dengan sistem kontrak.

Rumah Potong Ayam sebagai produsen kaki ayam tentunya memiliki prioritas kepada mitra supplier yang bisa kontinyu dalam membantu pembelian produk kaki ayam setiap harinya selama masa produksi baik dalam kondisi serapan pasar kuat maupun loyo tetap saja bisa mensiasati dalam penyaluran produk sampingan ke pelanggan end-user.

Saat kebutuhan pelanggan terhadap kaki ayam broiler cukup tinggi maka pihak rumah potong ayam segera menyiapkan produk sesuai dengan permintaan pasar tentunya, lazimnya pembeli end-user lebih menginginkan membeli ceker ayam broiler yang sudah bersih dari kulit ari berwarna kuning serta bersih dari kuku ceker ayam tersebut.

Adanya variasi jenis produk kaki ayam tersebut membuat pembeli bisa dengan mudah tanpa ribet untuk mengolah produk ceker ayam menjadi produk masakan maupun produk lain asal kaki ayam sesuai selera. Kini banyak dijumpai berbagai macam masakan berbahan baku ceker ayam baik di daerah perkotaan hingga pelosok desa.

Ceker ayam broiler sudah menjadi salah satu produk makanan favorit masyarakat, dengan  bertambahnya jumlah produksi rumah potong ayam broiler serta adanya pertambahan jumlah rumah potong ayam bisa meningkatkan kuantitas produk ceker ayam broiler seiring dengan meningkatnya permintaan masayarakat.

RPA. Wahana Sejahtera Foods memproduksi  dan men  jual ceker ayam secara masif dalam kuantitas, istimewa secara kualitas serta harga cukup terjangkau, tersedia beberapa varian kaki ayam seperti: ceker ayam bersih kulit tanpa kuku, kaki ayam bersih kulit ada kuku maupun kaki ayam broiler original.

Jombang, 19 Oktober 2015

Zafri Aristiawan

081235414422

HARGA AYAM BROILER

MOCH. ZAFRI ARISTIAWAN

Saat ini harga ayam broiler cenderung turun jauh dibawah Harga Pokok Produksi (HPP), harga ayam hidup terus tergerus diharga Rp 10.000/Kg di daerah Lombok Nusa Tenggara Barat, serta di daerah Bali berkisar Rp 12.000/Kg, dibeberapa daerah lain seperti di Jawa Timur dan Jawa Tengah harga ayam hidup berkisar Rp 14.000-14.500/Kg setelah sebelumnya sempat turun diangka Rp 13.000-13.500/Kg(Pinsar 18/10/2015), hal tersebut sangat kontradiksi dengan adanya kabar adanya pemangkasan jumlah indukan ayam(Parent Stock) yang di inisiasi oleh Asosiasi PINSAR dan GOPAN bersama Pemerintah secara bertahap sejumlah dua juta sampai enam juta ekor pada bulan September-Oktober tahun ini, pemangkasan jumlah indukan ayam tersebut tidak lain bertujuan untuk mengurangi peredaran jumlah populasi anak ayam umur sehari(DOC) yang berlebih, bila jumlah DOC berlebih maka potensi overproduksi ayam broiler cukup tinggi apabila tidak di imbangi serapan pasar secara maksimal, adanya pemangkasan jumlah indukan ayam sangat diharapkan bisa menaikkan harga jual ayam hidup diatas harga keekonomian sekarang.

Jurus pemangkasan jumlah indukan ayam broiler nampaknya belum nyata terbukti ampuh bisa menaikkan harga jual ayam hidup lebih baik setidaknya pada awal sampai pertengahan bulan oktober ini, memang dalam dunia ayam broiler peran pasar sangat dominan.  Apabila tidak disikapi dengan kompak dan terukur maka para peternaklah yang akan merugi.

Di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, faktor bulan juga berpengaruh pada harga ayam broiler, seperti pada bulan Oktober saat ini bertepatan dengan Bulan Suro(Jawa) serapan pasar tradisional melemah pada umumnya karena kepercayaan adat Jawa pada bulan Suro merupakan bulan yang dihindari untuk melaksanakan hajatan, dengan melemahnya serapan pasar tradisional tersebut sangat berdampak pada jumlah serapan pembelian ayam hidup di tingkat peternak karena prosentase kebutuhan pasar tradisonal akan ayam broiler saat ini sekitar 40%, sedangkan Rumah Potong Ayam Skala Besar berkisar 60%.

Jadwal siklus melemahnya serapan pasar pada bulan-bulan tertentu di daerah Jawa, biasanya sudah  disikapi oleh Peternak dengan jalan mengurangi jumlah Chick in untuk mewaspadai  momen serapan pasar rendah.  Saat Bulan Suro ini apabila banyak peternak yang mengurangi jumlah chick in ditambah lagi dengan efek domino pemangkasan jumlah indukan ayam broiler maka saya optimis harga ayam bisa terangkat naik secara maksimal pada dua minggu terahir dibulan Oktober ini.

Menaikkan nilai harga jual ayam broiler ditengah kondisi ekonomi yang masih lesu seperti sekarang tidaklah mustahil apabila para peternak melalui Asosiasi bisa kompak mengawal harga ayam broiler lebih baik lagi. Apabila pasar “ dikondisikan” dengan harga ayam broiler selalu murah dibawah biaya pokok produksi jelas akan mengancam keberlangsungan keberadaan peternak Indonesia dalam menyediakan daging ayam berkualitas.

Jombang, 18 Oktober 2015

Zafri Aristiawan
Penikmat Daging Unggas

*tulisan diatas merupakan opini pribadi.

DAGING AYAM

IMG00023-20131018-1452

PERTANYAAN SEPUTAR DAGING AYAM

1.  Apa kandungan gizi yang terdapat dalam daging ayam?

Setiap 100 gram daging ayam mengandung :

Air                         74 %

Protein                 22 %

Kalsium (Ca)       13 miligram

Fosfor (P)             190 miligram

Zat besi (Fe)         1,5 miligram

Vitamin A, C dan E.

Lemak.

Keistimewaan daging ayam adalah bahwa kadar lemaknya rendah dan asam lemaknya tidak jenuh, sedangkan asam lemak yang ditakuti oleh masyarakat adalah asam lemak jenuh yang dapat menyebabkan penyakit darah tinggi dan penyakit jantung.

2. Bagaimana ciri-ciri daging ayam yang baik?

Ciri-ciri daging ayam yang baik, antara lain adalah :

– Warna  putih-kekuningan  cerah  (tidak gelap, tidak pucat, tidak kebiruan, tidak terlalu merah).

– Warna   kulit   ayam   putih-kekuningan, cerah, mengkilat dan bersih.

– Bila disentuh, daging terasa lembab dan tidak lengket (tidak kering).

– Bau  spesifik  daging  (tidak  ada  bau menyengat, tidak berbau amis, tidak berbau busuk).

– Konsistensi otot dada dan paha kenyal, elastis (tidak lembek).

– Bagian dalam karkas dan serabut otot berwarna putih agak pucat.

– Pembuluh darah di leher dan sayap kosong (tidak ada sisa-sisa darah).

3.  Apa yang dimaksud dengan “Ayam Tiren” ?

“Tiren”   adalah   singkatan   Mati   Kemarin. Istilah ini diberikan pada ayam yang sudah mati dalam pengangkutan dari lokasi peternakan ayam ke tempat pemotongan ayam akibat  transportasi, atau  ayam yang telah  mati  dari  kandang  yang  kemudian ayam yang sudah mati tersebut tetap dipotong dan dijual ke masyarakat.

Ciri-ciri ayam “tiren”, antara lain sebagai berikut :

– Warna tidak cerah, pucat, kebiruan, merah.

– Warna kulit karkas terdapat bercak-bercak darah pada bagian kepala, leher, punggung, sayap dan dada.

– Bau menyengat, agak anyir/amis, terkadang berbau darah/busuk.

– Kalau dipegang konsistensi otot dada dan paha lembek.

– Pembuluh darah di daerah leher dan sayap penuh darah.

– Bagian dalam karkas dan serabut otot berwarna kemerahan.

4.  Apa yang dimaksud dengan daging ayam ”Glonggongan” ?

Daging ayam ”Glonggongan” adalah daging ayam yang disuntik dengan air, agar terlihat lebih gemuk, berisi dan bila ditimbang menjadi lebih berat. Ciri-ciri daging ayam ”Glonggongan”, sebagai berikut :

– Daging ayam terlihat lebih basah.

– Air biasanya terdapat di bagian bawah kulit sehingga terasa lembek.

– Bila diangkat biasanya meneteskan air.

– Bila diiris secara melintang, dapat keluar air.

5.  Sehatkah daging ayam yang dibekukan ?

Sehat, selama diperoleh dari ayam sehat yang dipotong mengikuti prosedur pemotongan yang baik dan higienis. Pembekuan pada karkas ayam bertujuan untuk :

a.   menghambat  pertumbuhan  bakteri  dan jasad renik lainnya,

b.   memperpanjang   daya   simpan   daginglebih lama.

Pendinginan   adalah   cara   terbaik   untuk menyimpan  daging  dibanding  penggunaan bahan kimia (contoh: Formalin) yang justru dapat membahayakan kesehatan.

7.  Bagaimana cara penanganan daging ayam sehingga tetap aman dikonsumsi

Daging ayam yang telah dibeli sebaiknya segera diolah atau dimasak, jika belum dimasak, disimpan di lemari pendingan (kulkas) atau freezer.

Jika daging hendak dibekukan, sebaiknya daging dipotong-potong terlebih dahulu sesuai   dengan kebutuhan, lalu disimpan dalam kemasan tertutup yang  bersih,  diberi  catatan  tanggal  pembelian  sebelum dimasukkan  ke dalam freezer (di bawah – 18 0 C).

– Daging  ayam  tahan  disimpan  di  kulkas  (refrigerator)  hingga  1-2  hari, disimpan di freezer bisa tahan 3 bulan bila penyimpanannya baik.

– Cucilah  tangan  sebelum  dan  setelah  menangani,  mempersiapkan  dan mengolah atau memasak daging. Pakai pakaian yang bersih.

– Hindari bersin dan batuk ke arah daging.

– Ruang tempat mengolah (dapur) usahakan bebas serangga, lalat, kecoa, tikus dan semut.

– Gunakan   peralatan   yang   bersih   untuk   menyimpan,   mempersiapkan, mengolah dan memasak makanan.

– Cucilah alat (pisau, telenan, wadah) dengan baik setelah digunakan dengan air mengalir.

Tips Cara Penanganan Daging Ayam :

a)    Pemisahan

Pisahkan kemasan daging mentah dengan yang telah dimasak.

Pisahkan  penyimpanan  daging  dengan jeroan.

b)   Pendinginan

Pendinginan bertujuan untuk mempertahankan kesegaran dan memperpanjang masa simpan daging.

– Simpan pada suhu di bawah 40 C atau di atas 600 C dan jangan menyimpan daging pada suhu ruangan lebih dari 4 jam.

c)     Pemanasan

Pemanasan minimum pada suhu 750 C   selama 2 menit.

d)    Cegah Pencemaran

Cuci tangan yang bersih sebelum menangani daging.

e)    Peralatan

Gunakan  peralatan bersih,  jangan  gunakan  peralatan  kotor  atau  bekas makanan mentah, bahan kimia atau bahan beracun.

8.  Mengapa ayam broiler  dapat  tumbuh dengan cepat,  apakah memang diberi hormon melalui suntikan atau diberikan melalui pakan?

 

Ayam broiler dapat cepat besar karena telah melalui seleksi genetik (pemilihan bibit unggul) secara intensif selama berpuluh-puluh tahun dan selama masa pemeliharaan  diberi  pakan  yang  bermutu  tinggi  sehingga  pertumbuhannya sangat  cepat.  Dalam  pemeliharaannya menerapkan  Good  Farming  Practice, pemberian pakan diatur tersendiri dan harus memenuhi syarat-syarat, antara lain:

Pakan yg diberikan harus sesuai jumlah dan mutunya dengan umur dan periode pertumbuhan ayam.

Mutu pakan ayam broiler sudah ditetapkan Pemerintah sesuai dengan SNI, sehingga kualitas mutu pakan ayam boiler terjamin.

Bahan baku pakan boleh menggunakan bahan-bahan lokal  atau impor.

Untuk melindungi konsumen yang mengkonsumsi daging ayam, pemerintah telah mengeluarkan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pelarangan penggunaan hormon dan pengaturan penggunaan antibiotika. Peraturan tersebut antara  lain  mengatur  tentang  daging    yang  berasal    dari  ayam pedaging yang dipotong selama pengobatan  antibiotika  atau hormon tidak boleh  dijual  untuk  konsumsi  manusia,    kecuali  apabila  ternak  tersebut dipotong  setelah 7 hari dari pemberian antibiotika.

9.  Bagaimana cara memperoleh aging ayam yang baik dan sehat? “Tips” Belanja daging ayam:

a.  Bisa dibeli di kios daging di pasar atau toko daging yang resmi.

b.  Pilihlah   daging   yang   berwarna   cerah (segar,  tidak  berwarna  gelap/kecoklatan/kebiruan), lembab, tidak bau busuk dan tidak berlendir.

c.  Jika dikemas, pilihlah kemasan yang utuh, bersih dan berlabel.

d.  Belilah daging yang disimpan pada lemari pendingin (show case) atau freezer.

e.  Bungkus  daging ayam secara  baik  dan terpisah dari bahan belanja lain.

f.   Belilah   produk   olahan   daging,   yang kemasannya    tidak    rusak    dan    tidak kadaluarsa.

g.  Membiasakan  membeli  ayam  hidup  di pasar  dapat  beresiko  untuk  terjadinya penyebaran penyakit menular.

10. Apa Kebijakan apa yang sudah ditempuh oleh pemerintah untuk memperoleh daging  yang  ASUH  sehingga  masyarakat tidak  resah  dalam  mengkonsumsi daging ayam potong ?

Pemerintah telah menetapkan kebijakan penyediaan pangan asal hewan yang “Aman, Sehat, Utuh dan Halal” (ASUH) dengan tujuan melindungi kesehatan masyarakat serta menjamin ketentraman bathin masyarakat. Adapun yang dimaksud dengan Daging yang ASUH adalah :

Aman : Daging tidak mengandung bahaya biologi, kimiawi dan fisik yang dapat menyebabkan penyakit serta mengganggu kesehatan manusia.

Sehat  :  Daging memiliki zat-zat yang  dibutuhkan dan berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh manusia.

Utuh    :  Daging tidak dicampur dengan bagian dari hewan lain.

Halal  :   Hewan maupun dagingnya disembelih dan ditangani sesuai syariat agama Islam.

11. Apa yang harus dilakukan bila menemukan daging yang menyimpang?

Lapor  kepada  Pemerintah  (Dinas  yang  membidang  fungsi  Kesehatan Masyarakat   Veteriner   (Kesmavet)/Peternakan.  Pemerintah   juga   harus secara intensif menangani hal tersebut.  Pengecekan, pengawasan harus dilakukan secara proaktif ke lokasi-lokasi seperti mall, pasar dan tempat pemotongan ayam untuk menjamin bahwa daging yang diedarkan di masyarakat adalah layak untuk dikonsumsi.

Laporkan kepada instansi terkait (Badan POM, Dinas Kesehatan setempat, Kepolisian dll) apabila menemukan peredaran daging yang terindikasi tidak layak dikonsumsi.

Peran aktif  masyarakat sangat diperlukan dalam memberikan laporan bila menemukan penyimpangan di pasar, kios daging, tempat pemotongan unggas dan tempat lain.

Source: http://ditjennak.pertanian.go.id/download.php?file=DAGING%20%20SUMBER%20%20MAKANAN%20%20BERGIZI.pdf

 Page 7 of 28  « First  ... « 5  6  7  8  9 » ...  Last »