Author Archive

HARGA DAGING AYAM MAHAL

MOCH. ZAFRI ARISTIAWAN

Harga daging ayam mahal untuk dibeli saat ini.  Di beberapa pasar tradisional di Jawa Timur daging ayam broiler dijual dikisaran Rp 32.000-35.000/Kg padahal bulan Juni lalu harga masih stabil dikisaran Rp 25.000-27.000/Kg dan mengalami kenaikan menjelang hari Lebaran diangka Rp 30.000/Kg.

Harapan masyarakat untuk bisa menikmati daging ayam nampaknya harus dibayar mahal setali tiga uang dengan harga daging sapi-pun juga sama. “sama-sama mahal”

Sudah menjadi ramalan bersama bahwa ditahun-tahun sebelumnya setelah lebaran harga ayam akan terjun bebas dikarenakan mindset sebagian banyak peternak akan mengisi ayam dikandang dalam jumlah besar yang dijadwalkan bisa dipanen saat harga puncak mendekati lebaran. Saat para peternak melakukan panen ayam berjamaah, psikologis pasar sudah mengetahui info bahwa aka ada surplus jumlah ayam siap potong yang akan dipanen dalam jumlah besar. Akibatnya bisa ditebak, harga ayam dipastikan bisa ditekan turun. Bagaimana dengan tahun ini?

Disaat awal bulan Agustus 2015 tahun ini, harga ayam sangat mahal. Jauh diluar prediksi para ahli dunia peternakan negeri ini, betapa banyak orang yang “kecele” dengan fenomena daging ayam saat ini yang bisa dibilang agak langka.

Kalau di flashback, harga daging ayam yang mahal ini bisa jadi karena ada masa potong siklus “Chick in” yang dilakukan oleh sebagian besar peternak satu bulan lalu tepatnya bulan Juli 2015, saat bulan tersebut para peternak akan berpikir puluhan kali untuk memutuskan iya/tidaknya memasukkan ayam ke kandang(Chick in). Apabila peternak memutuskan Chick In saat awal bulan Juli maka siapa yang akan bisa memastikan karyawan yang memberikan makanan setiap hari kepada ayam-ayam tersebut masuk kerja ketika ayam sudah bertambah besar berat tubuhnya dalam rentang waktu 1 minggu?(sebagaimana diketahui progress pertumbuhan berat badan ayam broiler per-hari rata-rata di 70-80 gram).  Tentunya di minggu kedua sebagian besar masyarakat termasuk karyawan di farm sudah sibuk dengan jadwal mudik lebarannya, mereka sudah kurang peduli dengan ayam-ayam dikandang yang membutuhkan perawatan setiap hari. Dibenak mereka para peternak dan supporting system didalamnya hanya satu “Persiapan kendaraan atau tiket mudik”. Singkatnya, banyak farm-farm yang menunda chick in pada medio bulan Juli lalu dikarenakan pertimbangan libur panjang lebaran dimana man power yang bertugas merawat ayam pada mudik semua, imbasnya 27-30 hari berikutnya ayam langka karena sangat sedikit ayam yang bisa dipanen.

Instruksi dari kementrian pertanian dan peternakan untuk memangkas jumlah populasi ayam hingga 40% untuk meningkatkan harga jual ayam benar-benar telah dijalankan oleh perusahaan pembibitan ayam dengan cara aborsi anakan ayam atau telur dari parent stock tidak dimasukkan ke mesin tetas semuanya sesuai arahan dan kesepakatan bersama Asosiasi Peternak Indonesia yang diamini oleh pemerintah, sebagian telur yang mau ditetaskan itu dijual sebagai telur konsumsi. Wajar bagi para stakeholder dunia peternakan untuk membuat kesepakatan pemangkasan populasi ayam hidup dimulai dari pengurangan import Grand Parent Stok sampai aborsi Day Old Chick(DOC) dikarenakan sejak bulan Januari sampai bulan Juni 2015 mengalami kerugian cukup banyak karena harga jual ayam hidup saat panen jauh dari harga pokok produksi para peternak, bisa dikatakan industry peternakan terutama divisi farm di Indonesia mendapatkan “Rapor Merah”, Jurus pemulihan kerugian yang dijalankan saat ini untuk meningkatkan harga jual diatas harga pokok produksi ternyata sudah keblablasan, buktinya harga ayam sudah mahal jarang pula didapat dari peternak karena memang ayamnya benar-benar kosong.

Andaikata semua peternak tahu bahwa harga ayam bakalan mahal seperti sekarang ini, pastilah semua perusahaan peternakan ayam baik dengan system kemitraan dan mandiri semua pada mengisi ayam dengan kapasitas penuh, Informasi yang penulis dapatkan dari beberapa teman peternak di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur memang terjadi banyak masalah ayam terutama meningkatnya jumlah kematian ayam akibat faktor anomali suhu dan iklim serta tingkat panas dimusim kemarau tahun ini diatas normal. Banyak peternak yang menjual ayam sebelum waktu panen tiba dikarenakan penyakit, mengingat apabila tidak segera dijual kepasar lokal khawatir akan menularkan ke populasi ayam lainnya.

Saat harga puncak inilah, semua peternak berlomba-lomba untuk mengisi kandang dengan ayam semaksimal mungkin dengan harapan saat panen harga masih bisa mahal seperti yang diharapkan, namun apabila over populasi dipastikan saat panen bisa turun, semoga di awal bulan November paling lambat harga daging ayam berangsur-angsur stabil.

Ada banyak pihak menyayangkan naiknya harga ayam seperti ini, Asosiasi pedagang daging ayam Se-Jabodetabek mulai besok minggu malam, 16-18 Agustus 2015 melakukan aksi mogok jualan ayam karena harga dirasa sudah tidak terjangkau oleh masyarakat. Mereka melakukan aksi tersebut bertujuan mengetuk hati pemerintah untuk mengatur tata niaga perunggasan di Indonesia yang carut-marut seperti sekarang ini.

Asosiasi perusahaan makanan olahan-pun juga sangat terpukul dengan kondisi saat ini, dimana kebutuhan daging sapi yang dibutuhkan masih kurang terlebih harganya sangat mahal, mereka juga membutuhkan daging ayam berkualitas dari masyarakat, namun lagi-lagi harganya cukup mahal untuk dijadikan sebagai bahan baku utama atau subtitusi suatu produk makanan olahan. Apabila dipaksakan produksi dengan bahan baku cukup mahal maka dipastikan harga jualnya pun juga mahal, akhirnya keputusan ada ditangan konsumen end user memutuskan membeli atau tidak produk olahan tersebut mengingat harganya mahal.

Masyarakat harus mawas diri menghadapi kenyataan bahwa harga daging ayam sudah terlampau mahal saat ini, berteriak kepada pemerintah berharap adanya operasi pasar untuk menstabilkan harga ayam tidak langsung bim salabim begitu saja, kebutuhan konsumsi masyarakat di tingkat rumah tangga bisa disiasati dengan pemilihan  makanan alternatif sembari menunggu harga daging stabil yaitu mulai pengunaan ikan sebagai asupan makanan pengganti daging ayam serta perlunya meningkatkan konsumsi protein nabati serta asupan sayur-mayur  dimasyarakat luas.

Bagi anggota masyarakat pemilik dunia Horeka, harga ayam mahal memang sebuah pilihan pahit antara menaikkan harga jual makanan siap saji dengan resiko penurunan jumlah pelanggan atau tetap menjual harga umumnya tanpa dinaikkan dengan pengambilan margin keuntungan sangat tipis, namun tetap sesuai dengan perhitungan tidak sampai merugi dan pelanggan pun tetap setia mendatangi store makanan miliknya.

Sangat tidak wajar bila hanya kerena bahan baku yang mahal, ada pemilik usaha makanan menutup usahanya dan menunggu hingga harga bahan baku turun. Penulis ingat betul dengan saran dari dr. Hendro,Sp.PD-KH Dokter spesialis penyakit ginjal yang memiliki usaha makanan berbahan baku daging ayam. Beliau menuturkan bahwa “Disaat harga daging ayam mahal sekarang, yang harus dilakukan adalah bertahan seperti seorang petinju, memblock pukulan long hook dari lawan dengan kedua tangan dan saat musuh lengah serta ada celah secepatnya melancarkan pukulan balik ke lawan, Ingat mendirikan bangunan fisik sebuah perusahaan sangatlah mudah dan bisa dilakukan dengan cepat asal ada modal, namun membangun kepercayaan pelanggan tidaklah mudah, butuh waktu lama untuk menjalin serta menjaga hubungan dengannya, disaat harga bahan baku mahal sperti ini saya tetap menjual produk makanan saya dengan harga sama meskipun di main produk margin yang saya peroleh sangat minim, namun saya masih bisa mengambil margin dari pendukung main produk itu sendiri asal tidak sampai rugi itu saja”

Bagi masyarakat pemilik usaha makanan olahan, langkah menyikapi tingginya harga bahan baku berupa daging sapi maupun daging ayam adalah dengan melakukan upaya efisiensi kerja semaksimal mungkin dan selalu melakukan inovasi produk kreatif untuk meningkatkan nilai jual produk seiring dengan meningkatnya harga pokok produksi tanpa mengurangi citarasa dan kwalitas produk.

Hanya di Indonesia. Harga daging sapi mahal,  daging ayam juga mahal

Hanya di Indonesia. Harga ayam naik-turun setiap harinya.

Hanya di Indonesia. Harga pakan ternak naik iya, ogah turun

Hanya di Indonesia. Lahan Peternak kecil dicaplok Peternak Kapitalis

Hanya di Indonesia…………………………………(Silahkan tambahkan sendiri)

 

Jombang, 15 Agustus 2015

 

Moch. Zafri Aristiawan

Penikmat Daging Unggas

www.afco.co.id

JUAL PAHA UTUH

PAHA UTUH (1)

RPA. Wahana Sejahtera Foods men jual paha utuh ayam karkas dengan harga murah. Paha utuh ayam karkas merupakan bagian dari tubuh ayam dimulai dari daging bagian atas lutut ayam karkas sampai pangkal paha daging ayam karkas, daging melekat utuh bersama tulang berbentuk huruf “L” serta ada kulit yang menempel.

Paha utuh ayam karkas sangat cocok digunakan sebagai salah satu varian produk makanan terutama usaha makanan yang sejenis ayam goreng (Fried Chicken), karena dengan mem beli paha utuh ayam karkas, pedagang fried chicken bisa langsung memotong paha utuh ayam karkas ini menjadi dua bagian yaitu bagian paha bawah(drum stick) sama paha atas. Dari segi tampilan, paha bawah ayam karkas sangat menarik bagi pelanggan untuk menikmati sajian daging ayam ini sedangkan paha atas memiliki tampilan lebih besar serta lapisan daging ayam yang tebal menjadi pilihan favorit pelanggan setia makanan fried chicken selain potongan bagian dada ayam.

Bagi usaha makanan olahan selain fried chicken, paha utuh ayam karkas ini sangat bernilai untuk di jadikan produk fillet paha ayam baik itu tanpa kulit(Skinless) maupun fillet paha dengan kulit(Skin On), karena bahan baku paha utuh yang dibeli dari rumah potong ayam Wahana Sejahtera Foods bisa langsung diproses segera setelah barang di thawing(dicairkan) untuk diproses menjadi fillet paha ayam dengan cara cukup simple, tinggal memisahkan tulang paha ayam berbentuk huruf “L” saja serta kulitya, fillet paha ayam sudah didapatkan lalu kulit ayam sebagai ekses produk bisa dijadikan sebagai emulsi bahan baku pembantu proses produksi makanan olahan sedangkan tulang paha ayam bisa dijadikan bahan baku kaldu ayam alami dengan aroma serta rasa khas daging ayam asli tanpa perlu membeli penyedap rasa ayam buatan.

Kaldu ayam alami berbahan baku tulang paha ayam segar hasil produk sampingan paha utuh menjadi fillet paha saat ini banyak dijumpai direstoran masakan dikota-kota besar, kaldu ayamnya berasa “perfect, really chicken taste”.

Bagi anda usahawan ayam goreng (fried chicken), segeralah bergabung dengan keluarga besar kami, RPA Wahana Sejahtera Foods untuk memudahkan penyediaan bahan baku(raw material) usaha anda secara ekonomis karena ditunjang dengan ukuran gramasi ayam sesuai kebutuhan anda dengan harga cukup murah dengan kualitas istimewa membuat usaha anda memiliki daya saing serta efisien dalam hal pengadaan bahan baku ayam segar produksi RPA. Wahana Sejahtera Foods.

RPA. Wahana Sejahtera Foods beralamatkan di jalan Sumojoyo Prawiro No 144, Dsn Bulak, Ds Mojokrapak, Kec Tembelang, Kab Jombang, Jawa Timur. Dengan konsep modern secara manajemen serta alat penunjang produksi namun tetap bernuansa alam desa dengan panorama persawahan disertai hembusan angin alami berasal dari area persawahan disekitar RPA. Wahana Sejahtera Foods.

Dengan komitmen peningkatan kualitas serta kapasitas produksi, RPA Wahana Sejahtera Foods akan menyertai langkah kesuksesan usaha makanan anda, dorongan serta iringan doa customer RPA. Wahana Sejahtera Foods mengantarkan rencana penambahan kapasitas produksi yang sebelumnya proses 30 ton/hari menjadi 60 ton/hari demi mendukung kelancaran kebutuhan pelanggan setia RPA. Wahana Sejahtera Foods diseluruh Indonesia.

Your Faithfully,

 

Moch. Zafri Aristiawan

081235414422

MOCH. ZAFRI ARISTIAWAN

Dunia usaha membutuhkan iklim ekonomi kondusif untuk berkompetisi dalam semua aspek dan melakukan kontribusi nyata bagi sumbangsih perekonomian dalam negeri serta berperan aktif meyerap tenaga kerja pada proses produksi, sehingga jumlah pengangguran bisa terserap maksimal apabila dukungan ekonomi kondusif tersebut dikondisikan serta mendapat jaminan oleh stake holder terkait. Saat ini Pemerintah sedang menjalankan konsep dimana harga bahan bakar minyak(BBM) mengikuti  naik turunnya harga keekonomian minyak dunia. Merujuk pada data Nasdaq, harga Crude Oil  per tanggal 6 April 2015 sebesar  $49,14/Barrel sedangkan harga Crude Oil Brent sebesar $ 54,95/Barrel, sebuah harga tidak biasa di dunia perminyakan karena terlampau murah jauh di bawah harga profitable produsen minyak Negara Amerika Serikat yang seharusnya bisa diharga $80/Barrel(Steve Austin), namun lain halnya dengan Negara Saudi Arabia yang mengklaim harga profitable oil sebesar $50(www.oil-price.net).  Tren menurunnya harga minyak dunia ini diyakini semua pihak hanya sementara dan tidak lama lagi akan mengalami tren positif berupa kenaikan, pasar minyak dunia pasti masih ingat betul didalam benak mereka pada bulan juni 2014 tahun lalu harga minyak dunia jauh lebih mahal diluar dugaan sampai tembus di angka $107/Barrel. Tren harga minyak dunia serta kurs mata uang dollar sangat berpengaruh juga dengan fluktuasi harga BBM di Indonesia dimana saat ini Pemerintah membandrol harga BBM jenis Bensin Rp 7.300/liter dan Solar Rp 6.900/liter sedangkan kurs mata uang dollar terhadap rupiah mengalami depresiasi di akhir bulan Juli 2014 sebesar Rp 10.000/dollar sampai pada pembukaan perdagangan valuta hari ini sebesar Rp 13.065/dollar(kursdollar.net/).

Menyadari akan penurunan harga minyak dunia ini, pemerintah semestinya melakukan langkah terbaik dengan tidak menyerahkan sepenuhnya penentuan harga BBM dalam negeri kepada mekanisme pasar secara total karena bertentangan dengan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang  menyebutkan “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”

Dunia usaha sangat mendambakan adanya kestabilan kondisi ekonomi dimana fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar bisa menguat serta harga bahan bakar minyak bisa stabil sehingga penentuan harga pokok produksi (HPP) suatu produk bisa dikalkulasi secara rigid serta se-efisien dan semurah mungkin agar bisa bersaing dengan produk serupa  atau produk lain dipasaran. Harga pokok produksi dapat diartikan sebagai jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memproses bahan baku menjadi barang jadi dalam periode tertentu.  Adapun komponen penyusun HPP antara lain: Biaya bahan baku, biaya bahan pembantu produksi, biaya tenaga kerja serta biaya overhead factory. Dengan adanya kenaikan harga BBM secara berjangka waktu di setiap bulannya tentunya proyeksi penentuan harga pokok produksi masih bisa dibilang meraba-raba karena tidak semua penyusun komponen HPP bisa tetap stabil harganya setelah harga BBM naik, begitupun saat terjadi penurunan harga BBM, harga bahan baku(raw material) seringkali tidak mengalami penurunan. Tidak sampai disitu, biaya distribusi barang memakai jasa expedisi juga langsung reaktif dengan adanya kenaikan harga BBM namun sebaliknya apabila harga BBM turun, pihak expedisi tidak serta-merta mau menurunkan ongkos pengiriman.

Dengan adanya ketdakstabilan kondisi ekonomi semacam ini, kebanyakan dunia industry memainkan pola buffer stok untuk mengantisipasi lonjakan kenaikan harga bahan baku mengikuti naiknya harga BBM. Industry padat karya yang memiliki modal cukup besar bisa merilis kontrak harga pembelian jauh hari sebelum adanya kenaikan harga BBM atau deal kontrak pembelian saat harga bahan baku di titik terendah atau dibawah harga produksi, bagi industry seperti ini tentunya adanya kenaikan harga BBM tentunya tetap berpengaruh pada proses produksi tetapi pengaruhya tidak begitu signifikan karena stok bahan baku melimpah ruah dengan kontrak harga pembelian cukup terjangkau. Namun bagi industry padat karya berkantung cekak tentu hal tersebut tidak bisa dilakukan karena terbatasnya sumberdaya yang ada sehingga dengan terpaksa harus mengikuti fluktuasi kenaikan harga bahan baku penyusun suatu produk, apabila ada rekanan atau konsumen industry seperti ini melakukan kontrak pembelian tanpa dengan acuan harga barang saat ini sedangkan pengiriman produk masih beberapa bulan kedepan tentunya terjadi plus-minus diantara kedua belah pihak. Resiko plus/keuntungan bagi produsen berupa adanya kontrak pembelian dengan pengiriman berjangka panjang bisa memaksimalkan aktivitas pada factory bersangkutan serta mendapatkan dana segar berupa uang muka(DP) sebagai tambahan modal untuk segera memproduksi produk yang telah di pesan oleh pelanggan dalam jumlah besar serta meningkatkan penyerapan karyawan untuk proses produksinya. Resiko minus/kerugian bagi produsen disaat harga kontrak pembelian sudah disepakati, ternyata pada keyataannya dalam masa pengerjaan suatu produk terjadi kenaikan harga bahan baku cukup signifikan maka yang terjadi adalah pihak produsen sesuai komitmen harus tetap memproduksi produk yang dipesan dan harus dikirimkan sesuai dengan jadwal meskipun harus menanggung rugi cukup besar akibat factor tak terduga berupa kenaikan bahan baku serta naiknya harga bahan pendukung lain dalam proses produksi.

Bagi konsumen, dengan adanya kontrak pembelian dengan jadwal pengiriman beberapa bulan kedepan tentu sudah diprediksi oleh bagian PPIC(production, planning and inventory control) untuk memastikan tersedianya bahan baku pertama agar proses produksi berjalan lancar serta menghindari kemungkinan terjadinya kenaikan harga secara tiba-tiba dari produsen bahan baku pertama. Melakukan kontrak pembelian dengan pengiriman berjangka waktu bukan tanpa resiko bagi konsumen, ada resiko saat terjadi penurunan harga produk yang telah disepakati sebelumnya karena adanya penurunan komponen penyusun harga pokok produksi suatu produk namun harga tersebut tidak bisa berubah mengacu pada kesepakatan. Apabila harga bahan baku naik drastis perasaan cemas juga dirasakan oleh konsumen karena bisa jadi produsen tidak bisa melanjutkan produksi sesuai kesepakatan dengan melakukan upaya addendum/klausul secara sepihak yang disampaikan kepada konsumen karena dirasa jauh dari hitungan kata untung dan berimbas pada terlambatnya jadwal pengiriman yang telah disepakati. Cukup sulit untuk dipastikan penentuan harga pokok produksi suatu produk jika salah satu penyusun harga pokok produksi itu sendiri naik turun tak menentu.

Adanya kebijakan tidak populis bagi masyarakat yang dijalankan oleh pemerintah saat ini berupa acuan penentuan harga BBM mengikuti fluktuasi harga minya dunia harus diantisipasi dunia usaha padat karya dengan jalan efisiensi serta peningkatan produktifitas secara maksimal agar biaya produksi bisa ditekan semurah mungkin sehingga harga jual suatu produk bisa terjangkau dan bersaing dipasaran ditengah penurunan kemampuan daya beli masyarakat akibat efek berantai kenaikan harga BBM, semoga pemerintah bisa memberikan insentif secara nyata dan komprehensif bagi dunia industri padat karya serta masyarakat Indonesia  pada umumnya menyikapi dampak kenaikan harga BBM ini.

Wallahu A’lam Bishawab,

 

*Moch. Zafri Aristiawan

Penikmat Daging Unggas

www.afco.co.id

 Page 8 of 28  « First  ... « 6  7  8  9  10 » ...  Last »