Kulit Ikan Patin

Jual Kulit ikan patin mempunyai karakteristik yang khas, agak tebal dan ulet,sehingga apabila dibuat keripik, bisa memberikan bentuk dan tekstur yang menarik.

Karakter fisik kulit ikan patin tersebut memungkinkan peresapan bumbu membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu keripik ikan patin bisa diolah dengan cara yang sederhana , akan tetapi seringkali masih memberikan tekstur yang kurang bagus, warna kurang cemerlang dan kadang masih menimbulkan bau amis apabila cara pengolahan kurang tepat.Kandungan kimia dari keripik kulit ikan patin juga belum banyak diketahui, hal ini merupakan data pendukung yang cukup baik untuk mengenalkan keripik kulit ikan patin.

Ikan patin (Pangasius sp.) adalah salah satu ikan asli perairan Indonesia yang telah berhasil didomestikasi. Jenis-jenis patin di Indonesia sangat banyak, antara lain Pangasius pangasius atau Pangasius jambal, Pangasius humeralis, Pangasius lithostoma, Pangasius nasutus, Pangasius polyuranodon, Pangisius niewenhuisii. Ikan patin merupakan ikan perairan tawar yang banyak ditemukan di daerah Sumatera, Kalimantan dan sebagian Jawa (Rupawan et al., 2000).

Ikan patin yang tergolong ikan air tawar memberikan prospek yang sangat bagus. Masyarakat mulai banyak mengenal budidaya ikan Patin ini melalui media sosial dan berita surat kabar. Saat ini ikan patin menjadi salah satu komoditas unggulan dibidang perikanan. Ikan air tawar yang memiliki warna putih keabu-abuan, ikan patin memiliki cita rasa yang khas dan mengandung protein cukup tinggi. Disamping itu kadar kolesterol yang ada dalam ikan patin sangatlah rendah, sehingga ikan ini banyak dipilih masyarakat untuk dikonsumsi karena aman bagi kesehatan.

Keberadaannya di wilayah Indonesia tersebar mulai wilayah Lampung, Bengkulu, Bogor, Bandung, Blitar, Tulungagung, Jombang dan beberapa daerah lainnya. Dengan semakin banyaknya pembudidaya ikan patin inilah yang menarik pelaku industri pengolahan ikan untuk membangun mata rantai pendingin sekaligus tempat produksi hasil peternak ikan setelah panen.

Masyarakat Indonesia pada umumnya lebih familiar dengan ikan gurame, lele, nila, Bandeng atau ikan air tawar yang lain, yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat karena sangat mudah dijumpai dipasar-pasar tradisional.

Kandungan gizi ikan patin cukup tinggi karena mengandung kadar protein 17 gram protein, 132 kkal energi, lemak 6,6 gram dan karbohidrat 1,1 gram pada setiap 100 gram daging Ikan Patin. Ikan Patin juga memiliki dua jenis asam lemak yaitu DHA dan EPA kedua jenis asam lemak ini juga dimiliki oleh ikan salmon dan tuna. Bisa dibandingkan dengan mengkonsumi ikan patin yang harganya lebih murah dari ikan salmon dan tuna secara ekonomi tanpa mengurangi kandungan gizi pada masing-masing daging ikan tersebut.

Saat ini banyak variasi produk ikan patin yang dapat diolah dari yang sebelumnya hanya dimasak dalam kondisi utuh dibersihkan, lalu dipotong-potong menjadi beberapa bagian dan setelah dibumbui rempah-rempah lalu digoreng kini menjadi produk olahan yang dapat memperpanjang daya simpan dan distribusinya,misalnya ikan patin bakar, sop ikan patin atau pindang ikan patin, ikan patin asap, bakso ikan patin, nugget ikan patin juga sosis ikan patin.

Produk olahan ikan patin yang hanya menggunakan dagingnya, tentu saja akan memberikan hasil limbah ikan patin, salah satu diantaranya kulit ikan patin. Pada umumnya kulit tidakĀ  banyak digunakan, tetapi setelah diketahui memberikan rasa yang spesifik dan enak, warga masyarakat mulai memanfaatkannya dengan membuat keripik kulit ikan patin. Pihak prosessing ikan patin jual kulit ikan patin untuk mensuplai bahan baku keripik kulit ikan patin ini.

(Dikutip dari tulisan :A.T. Dyah Ernawati, M.S. * dan Aniek Wulandari*Fakultas Teknologi Pertanian UNWIDHA Klaten)