Jual Filet Ikan Patin merupakan ikan yang hidup di air tawar dan memiliki kumis menyerupai ikan Lele. Ikan Patin dalam ilmu  Biologi adalah ikan yang termasuk dalam Genus Pangasius. Ikan ini cukup unik karena mempunyai sifat yang banyak  melakukan aktifitas dimalam hari. Dalam ilmu Biologi, ikan Patin ini memiliki struktur penyusun tubuh mulai dari Mulut, Kumis(Misai), Mata, Tutup Insang, Sirip Dada,Sirip Pungung, Sirip Perut, Sirip Dubur, Sirip Tambahan, Sirip Ekor dan Batang Ekor.

Ikan Patin secara alami banyak ditemukan dan suka bersembunyi di dalam lubang tepi sungai. Selain itu ikan ini  termasuk omnivora atau golongan ikan pemakan segala. Dihabitat aslinya, makanan ikan patin antara lain ikan-ikan  kecil, cacing,serangga, biji-bijian dan udang kecil. Ikan patin termasuk ikan dasar air tawar. Hal ini bisa dilihat  dari bentuk mulutnya yang agak ke bawah. Selain di Indonesia, ikan ini juga hidup disungai-sungai dan muara sungai di Thailand, India, dan Myanmar.

Di Indonesia saat ini sudah mulai banyak dijumpai Budidaya dan pen jual filet Ikan Patin dengan memanfaatkan lahan pertanian yang  dirubah menjadi kolam, atau juga memanfaatkan lahan sungai-sungai besar di Indonesia sebagai tempat budidaya ikan  tersebut.

Budidaya Ikan Patin di Indonesia didukung penuh oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP) agar masyarakat bisa mendapatkan manfaat ikan ini baik secara ekonomis maupun manfaat kesehatan yang didapat dari kandungan ikan patin itu sendiri.

Peternak dan pen jual filet Ikan Patin di Indonesia membuat kolam-kolam baik itu alami maupun kolam buatan sebagai tempat budidaya ikan ini. Karena nilai ekonomisnya cukup tinggi, beberapa perusahaan telah membuat program kemitraan budidaya ikan patin ini untuk menunjang kebutuhan pasar domestik maupun pasar ekspor yang cukup besar terhadap permintaan daging ikan patin baik itu yang utuh maupun yang sudah di fillet atau boneless.

Dengan pola kemitraan tersebut, peternak mendapatkan banyak keuntungan mulai dari bibit ikan, pakan ikan selama masa pemeliharaan 6-8 bulan, Vaksin, Petugas Pengawas Lapangan dan penanganan produk saat panen dan pasca panen. Setelah ikan patin dipanen maka dari perusahaan integrator akan memprosesnya di Unit Pengolahan Ikan yang dipersiapkan sebagai mitra kerjanya.

Ditempat Unit Pengolahan Ikan inilah, ikan patin tersebut diproses produksi. Mulai dari proses pemotongan ikan, pencucian, Pendinginan(pre-coling), proses pemisahan daging dan tulang(Fillet ikan patin), Glazing, packaging,  pembekuan, penyimpanan hingga pengiriman barang pesanan ke pelanggan.

Daging ikan patin baik itu berupa fillet ikan patin maupun utuh banyak dijumpai di pasar tradisional sampai pasar  moderen yang digunakan untuk pelbagai jenis makanan. Untuk konsumen Hotel biasanya memakai jual filet ikan patin untuk masakan jenis fillet chrispy dibaluri dengan saus asam manis saat sajian breakfast.

Untuk konsumen jenis restaurant fillet ikan patin ini dibaluri tepung berbumbu lalu digoreng, setelah matang disajikan dengan kentang dan salad.

Selain dijadikan Filet, ekses produksi ikan fillet ini yang berupa trimming dan bagian lainnya bisa dipakai sebagai bahan baku mdm ikan patin untuk penunjang industry makanan olahan asal ikan.

Industri makanan olahan asal ikan saat ini juga mulai memilih daging giling ikan patin sebagai bahan baku bakso ikan, siomay ikan dan scallop ikan. Hal ini dikarenakan bahan baku ikan untuk proses menjadi “Surimi” lebih susah didapatkan dari nelayan dan harganya lebih mahal. Dengan menggunakan mdm ikan patin biaya bahan baku produksi lebih murah dan citarasa ikan tetap terjaga.

Untuk Informasi harga dan varian ikan patin bisa menghubungi nomor 085730558885.

 

Jombang, 22 Desember 2018

 

Zafri