IMG00023-20131018-1452

PERTANYAAN SEPUTAR DAGING AYAM

1.  Apa kandungan gizi yang terdapat dalam daging ayam?

Setiap 100 gram daging ayam mengandung :

Air                         74 %

Protein                 22 %

Kalsium (Ca)       13 miligram

Fosfor (P)             190 miligram

Zat besi (Fe)         1,5 miligram

Vitamin A, C dan E.

Lemak.

Keistimewaan daging ayam adalah bahwa kadar lemaknya rendah dan asam lemaknya tidak jenuh, sedangkan asam lemak yang ditakuti oleh masyarakat adalah asam lemak jenuh yang dapat menyebabkan penyakit darah tinggi dan penyakit jantung.

2. Bagaimana ciri-ciri daging ayam yang baik?

Ciri-ciri daging ayam yang baik, antara lain adalah :

– Warna  putih-kekuningan  cerah  (tidak gelap, tidak pucat, tidak kebiruan, tidak terlalu merah).

– Warna   kulit   ayam   putih-kekuningan, cerah, mengkilat dan bersih.

– Bila disentuh, daging terasa lembab dan tidak lengket (tidak kering).

– Bau  spesifik  daging  (tidak  ada  bau menyengat, tidak berbau amis, tidak berbau busuk).

– Konsistensi otot dada dan paha kenyal, elastis (tidak lembek).

– Bagian dalam karkas dan serabut otot berwarna putih agak pucat.

– Pembuluh darah di leher dan sayap kosong (tidak ada sisa-sisa darah).

3.  Apa yang dimaksud dengan “Ayam Tiren” ?

“Tiren”   adalah   singkatan   Mati   Kemarin. Istilah ini diberikan pada ayam yang sudah mati dalam pengangkutan dari lokasi peternakan ayam ke tempat pemotongan ayam akibat  transportasi, atau  ayam yang telah  mati  dari  kandang  yang  kemudian ayam yang sudah mati tersebut tetap dipotong dan dijual ke masyarakat.

Ciri-ciri ayam “tiren”, antara lain sebagai berikut :

– Warna tidak cerah, pucat, kebiruan, merah.

– Warna kulit karkas terdapat bercak-bercak darah pada bagian kepala, leher, punggung, sayap dan dada.

– Bau menyengat, agak anyir/amis, terkadang berbau darah/busuk.

– Kalau dipegang konsistensi otot dada dan paha lembek.

– Pembuluh darah di daerah leher dan sayap penuh darah.

– Bagian dalam karkas dan serabut otot berwarna kemerahan.

4.  Apa yang dimaksud dengan daging ayam ”Glonggongan” ?

Daging ayam ”Glonggongan” adalah daging ayam yang disuntik dengan air, agar terlihat lebih gemuk, berisi dan bila ditimbang menjadi lebih berat. Ciri-ciri daging ayam ”Glonggongan”, sebagai berikut :

– Daging ayam terlihat lebih basah.

– Air biasanya terdapat di bagian bawah kulit sehingga terasa lembek.

– Bila diangkat biasanya meneteskan air.

– Bila diiris secara melintang, dapat keluar air.

5.  Sehatkah daging ayam yang dibekukan ?

Sehat, selama diperoleh dari ayam sehat yang dipotong mengikuti prosedur pemotongan yang baik dan higienis. Pembekuan pada karkas ayam bertujuan untuk :

a.   menghambat  pertumbuhan  bakteri  dan jasad renik lainnya,

b.   memperpanjang   daya   simpan   daginglebih lama.

Pendinginan   adalah   cara   terbaik   untuk menyimpan  daging  dibanding  penggunaan bahan kimia (contoh: Formalin) yang justru dapat membahayakan kesehatan.

7.  Bagaimana cara penanganan daging ayam sehingga tetap aman dikonsumsi

Daging ayam yang telah dibeli sebaiknya segera diolah atau dimasak, jika belum dimasak, disimpan di lemari pendingan (kulkas) atau freezer.

Jika daging hendak dibekukan, sebaiknya daging dipotong-potong terlebih dahulu sesuai   dengan kebutuhan, lalu disimpan dalam kemasan tertutup yang  bersih,  diberi  catatan  tanggal  pembelian  sebelum dimasukkan  ke dalam freezer (di bawah – 18 0 C).

– Daging  ayam  tahan  disimpan  di  kulkas  (refrigerator)  hingga  1-2  hari, disimpan di freezer bisa tahan 3 bulan bila penyimpanannya baik.

– Cucilah  tangan  sebelum  dan  setelah  menangani,  mempersiapkan  dan mengolah atau memasak daging. Pakai pakaian yang bersih.

– Hindari bersin dan batuk ke arah daging.

– Ruang tempat mengolah (dapur) usahakan bebas serangga, lalat, kecoa, tikus dan semut.

– Gunakan   peralatan   yang   bersih   untuk   menyimpan,   mempersiapkan, mengolah dan memasak makanan.

– Cucilah alat (pisau, telenan, wadah) dengan baik setelah digunakan dengan air mengalir.

Tips Cara Penanganan Daging Ayam :

a)    Pemisahan

Pisahkan kemasan daging mentah dengan yang telah dimasak.

Pisahkan  penyimpanan  daging  dengan jeroan.

b)   Pendinginan

Pendinginan bertujuan untuk mempertahankan kesegaran dan memperpanjang masa simpan daging.

– Simpan pada suhu di bawah 40 C atau di atas 600 C dan jangan menyimpan daging pada suhu ruangan lebih dari 4 jam.

c)     Pemanasan

Pemanasan minimum pada suhu 750 C   selama 2 menit.

d)    Cegah Pencemaran

Cuci tangan yang bersih sebelum menangani daging.

e)    Peralatan

Gunakan  peralatan bersih,  jangan  gunakan  peralatan  kotor  atau  bekas makanan mentah, bahan kimia atau bahan beracun.

8.  Mengapa ayam broiler  dapat  tumbuh dengan cepat,  apakah memang diberi hormon melalui suntikan atau diberikan melalui pakan?

 

Ayam broiler dapat cepat besar karena telah melalui seleksi genetik (pemilihan bibit unggul) secara intensif selama berpuluh-puluh tahun dan selama masa pemeliharaan  diberi  pakan  yang  bermutu  tinggi  sehingga  pertumbuhannya sangat  cepat.  Dalam  pemeliharaannya menerapkan  Good  Farming  Practice, pemberian pakan diatur tersendiri dan harus memenuhi syarat-syarat, antara lain:

Pakan yg diberikan harus sesuai jumlah dan mutunya dengan umur dan periode pertumbuhan ayam.

Mutu pakan ayam broiler sudah ditetapkan Pemerintah sesuai dengan SNI, sehingga kualitas mutu pakan ayam boiler terjamin.

Bahan baku pakan boleh menggunakan bahan-bahan lokal  atau impor.

Untuk melindungi konsumen yang mengkonsumsi daging ayam, pemerintah telah mengeluarkan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pelarangan penggunaan hormon dan pengaturan penggunaan antibiotika. Peraturan tersebut antara  lain  mengatur  tentang  daging    yang  berasal    dari  ayam pedaging yang dipotong selama pengobatan  antibiotika  atau hormon tidak boleh  dijual  untuk  konsumsi  manusia,    kecuali  apabila  ternak  tersebut dipotong  setelah 7 hari dari pemberian antibiotika.

9.  Bagaimana cara memperoleh aging ayam yang baik dan sehat? “Tips” Belanja daging ayam:

a.  Bisa dibeli di kios daging di pasar atau toko daging yang resmi.

b.  Pilihlah   daging   yang   berwarna   cerah (segar,  tidak  berwarna  gelap/kecoklatan/kebiruan), lembab, tidak bau busuk dan tidak berlendir.

c.  Jika dikemas, pilihlah kemasan yang utuh, bersih dan berlabel.

d.  Belilah daging yang disimpan pada lemari pendingin (show case) atau freezer.

e.  Bungkus  daging ayam secara  baik  dan terpisah dari bahan belanja lain.

f.   Belilah   produk   olahan   daging,   yang kemasannya    tidak    rusak    dan    tidak kadaluarsa.

g.  Membiasakan  membeli  ayam  hidup  di pasar  dapat  beresiko  untuk  terjadinya penyebaran penyakit menular.

10. Apa Kebijakan apa yang sudah ditempuh oleh pemerintah untuk memperoleh daging  yang  ASUH  sehingga  masyarakat tidak  resah  dalam  mengkonsumsi daging ayam potong ?

Pemerintah telah menetapkan kebijakan penyediaan pangan asal hewan yang “Aman, Sehat, Utuh dan Halal” (ASUH) dengan tujuan melindungi kesehatan masyarakat serta menjamin ketentraman bathin masyarakat. Adapun yang dimaksud dengan Daging yang ASUH adalah :

Aman : Daging tidak mengandung bahaya biologi, kimiawi dan fisik yang dapat menyebabkan penyakit serta mengganggu kesehatan manusia.

Sehat  :  Daging memiliki zat-zat yang  dibutuhkan dan berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh manusia.

Utuh    :  Daging tidak dicampur dengan bagian dari hewan lain.

Halal  :   Hewan maupun dagingnya disembelih dan ditangani sesuai syariat agama Islam.

11. Apa yang harus dilakukan bila menemukan daging yang menyimpang?

Lapor  kepada  Pemerintah  (Dinas  yang  membidang  fungsi  Kesehatan Masyarakat   Veteriner   (Kesmavet)/Peternakan.  Pemerintah   juga   harus secara intensif menangani hal tersebut.  Pengecekan, pengawasan harus dilakukan secara proaktif ke lokasi-lokasi seperti mall, pasar dan tempat pemotongan ayam untuk menjamin bahwa daging yang diedarkan di masyarakat adalah layak untuk dikonsumsi.

Laporkan kepada instansi terkait (Badan POM, Dinas Kesehatan setempat, Kepolisian dll) apabila menemukan peredaran daging yang terindikasi tidak layak dikonsumsi.

Peran aktif  masyarakat sangat diperlukan dalam memberikan laporan bila menemukan penyimpangan di pasar, kios daging, tempat pemotongan unggas dan tempat lain.

Source: http://ditjennak.pertanian.go.id/download.php?file=DAGING%20%20SUMBER%20%20MAKANAN%20%20BERGIZI.pdf