Archive for May, 2017

CV. WAHANA SEJAHTERA FOODS

 

CV. Wahana Sejahtera Foods selalu concern terhadap isu produk pangan asal Unggas dan senantiasa menjalin kemitraan dengan stake holder terkait.
Jalinan kemitraan ini akan kami kembangkan ke segala penjuru dan melintasi batas-batas territorial.

Hal tersebut telah termanifestasikan dengan kedatangan tamu dari Jepang Mr. Ryo Tanabe dan dari kota Palangkaraya Bpk Juan serta Bpk Saputra hari ini, selasa(23/5).

Kedatangan tamu tersebut memiliki tujuan untuk mensinergikan kebutuhan bahan baku asal Unggas yang diolah menjadi bentuk produk lain yang memiliki nilai ke-ekonomian lebih tinggi dengan menggunakan teknologi terpadu.

Suasana meeting disertai dengan “joke-joke” ringan membuat suasana lebih santai dan akrab.
Mr. Ryo Tanabe memberikan gambaran nyata akan adanya potensi pasar cukup potensial yang belum banyak digarap oleh para pelaku industri pengolahan hasil produk peternakan semacam Rumah Potong Ayam. Selain itu, Mr. Ryo Tanabe menjelaskan tentang adanya kebutuhan yang cukup besar pada salah satu bagian dari produk Unggas, dan memberikan kesempatan kepada CV. Wahana Sejahtera Foods untuk mensupport produk raw material kepada perusahaan induk dari Mr. Ryo Tanabe tangani yang berada di Thailand.

Tim dari CV. Wahana Sejahtera Foods memberikan apresiasi cukup tinggi kepada Mr.Ryo Tanabe atas kepercayaan dan kesempatan yang telah diberikan kepada CV. Wahana Sejahtera Foods untuk mensupport raw material ke perusahaan dimaksud.

Dengan didukung oleh tim yang cukup solid, kami berkeyakinan dan berkomitmen untuk merealisasikan kerjasama ini pada awal bulan depan.

www.afco.co.id

CV. Wahana Sejahtera Foods

CV. Wahana sejahtera Foods kedatangan tamu dari Prancis Mr. Cedric Boistard, Sabtu 20/5. Kedatangan tersebut bertujuan untuk bertukar informasi serta membahas kemungkinan kerjasama dalam jangka panjang terkait supporting raw material produk asal Unggas dan Ikan Laut.
Sebagai General Manager, Mr. Cedric Boistard menyimak dengan seksama presentasi sesi pertama dari tim CV. Wahana Sejahtera Foods terkait dengan kondisi iklim investasi di Kota Jombang dengan beberapa kemudahan yang akan di dapat, serta memberikan informasi terkait alur proses produksi di rumah potong CV. Wahana Sejahtera Foods mulai dari penerimaan ayam hidup, proses pemotongan ayam, perebusan ayam sehabis dipotong, pengambilan isi perut ayam, proses pencucian ayam sekaligus pre-cooling daging ayam, pengemasan daging ayam, proses pembekuan, hingga pengiriman barang dari gudang CV.Wahana Sejahtera Foods.
Pada sesi presentasi kedua, Mr Cedric Boistard menjelaskan tentang perusahaan Group Symrise yang memiliki jaringan perusahaan dan pemasaran di 40 Negara dunia yang saat ini concern pada pengembangan produksi makanan serta pemasaran di kawasan Asia Tenggara.
Pada sesi ketiga, tim CV. Wahana Sejahtera Foods menemani Mr. Cedric Boistard berkeliling ke ruang produksi pemotongan ayam hingga tempat penyimpanan ayam(Cold Storage).
Pada sesi terahir, tim CV. Wahana Sejahtera Foods serta Mr. Cedric sepakat untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas produksi serta menjaga kualitas produk pada perusahaan masing-masing serta bertukar informasi terkait supply raw material produk Unggas dan Ikan untuk kerjasama pada masa mendatang.

PENGURANGAN POPULASI AYAM PARENT

Proses pengurangan populasi ayam parent terus dilakukan untuk mengurangi overpopulasi ayam saat ini, dengan harapan supply bisa berimbang dengan permintaan.
Namun, sebagaimana diketahui bersama bahwa bulan depan sudah memasuki bulan puasa maka otomatis serapan pasar meningkat. Sebenarnya ada kontradiksi dimana waktu penyerapan pasar cukup besar sepuluh hari menjelang awal bulan puasa hingga hari ke sepuluh bulan puasa tidak di imbangi dengan penambahan jumlah populasi maka yang akan terjadi adalah harga ayam akan tinggi.
Secara pribadi, saya sependapat dengan adanya polese yang mensyaratkan adanya pengurangan jumlah populasi ayam parent skala nasional hanya saja waktunya yang tidak pas, karena mendekati bulan puasa dan lebaran.
Karena imbas dari aturan tersebut adalah adanya ketimpangan antara permintaan pasar yang cikup tinggi sedangkan suply dari peternak kurang maksimal, akibatnya konsumen akan mendapatkan harga yang lebih mahal.
Disisi peternak(terutama peternak mandiri) pun juga akan mengalami dilema, saat akan melakukan chick in akan mengalami kendala sulitnya mendapatkan DOC(anak ayam umur sehari) karena perusahaan hatchery(penetasan telur ayam) akan memprioritaskan internal farm sendiri.
Semoga, jurus pemangkasan populasi ayam parent ini tidak selalu menjadi ajian pamungkas untuk mengurangi populasi ayam hidup di lapangan atau ajian instant untuk menaikkan harga ayam hidup yang selama tiga bulan terahir jauh dibawah harga pokok produksi alias terlampau murah.
Saya lebih cenderung untuk tetap memaksimalkan populasi, karena kita tidak membicarakan bahwa yang overpopulasi ini adalah daerah Jawa dan Sumatera akan tetapi lebih memandang keseluruhan wilayah Indonesia dimana sering dibaca di media massa bahwa harga daging ayam di Indonesia Timur cukup mahal dan jumlahnya terbatas meskipun secara faktual di pulau Jawa dan Sumatera mengklaim ayam sudah overpopulasi, ayam banjir, ayam murah namun saudara kita di Indonesia Timur masih mendapatkan harga cukup mahal.
Peran Pemerintah dalam hal ini dinas Peternakan seharusnya lebih bisa dimaksimalkan lagi untuk memfasilitasi dan membuat kebijakan “Ramah Peternak”, kalau disimpulkan bahwa populasi ayam hidup di Jawa dan Sumatera sudah terlalu banyak, maka solusinya bagaimana ayam tersebut bisa disalurkan ke daerah lain yang masih kekurangan dalam bentuk daging ayam karkas.
Kalau sudah disalurkan merata ke seluruh Nusantara masih berlebih ya bisa diupayakan untuk di eksport.
Semangat produktifitas ini selaiknya perlu mendapatkan perhatian penuh dari Pemerintah.

Wallahu A’lam Bishawab,

Moch Zafri Aristiawan